ga('set', 'userId', 'USER_ID'); // Set the user ID using signed-in user_id.

Tips praktis belajar bahasa inggris lewat film favorit

fortuner.id

Dulu jaman 90-2000an, kalau kita ingin mencari bahan dimana kita bisa mendengarkan percakapan bahasa Inggris itu susah banget. Paling kita hanya belajar dari film, dan kalau film itu jaman dulu memang sudah banyak. Dulu jamannya VCD disc, kita harus membeli CD yang harganya mahal dan belajar lewat laser disc untuk menonton filmnya.

Di jaman internet seperti sekarang ini belajar bahasa memang terasa jauh lebih mudah ketimbang di saat jaman internet belum secepat seperti sekarang ini. Bermodal kuota data yang banyak, siapapun bisa belajar lewat youtube, kita bisa lihat banyak sekali pembelajaran bahasa Inggris yang dilakukan oleh orang bule. Mereka upload video mereka dimana mereka mengajarkan bahasa Inggris dengan gratis. Dan memang banyak yang mereka ajarkan adalah mengenai grammar atau tata bahasa.

Walau kadang cukup aneh juga sih ada orang bule yang mengajarkan bahasa Inggris dari dasar sekali dengan bahasa pengantar bahasa inggris sederhana maupun bahasa isyarat. Saya pernah coba download video-nya, dimana orang bule tersebut mengajarkan bahasa Inggris untuk pemula kalau kita perhatikan. Cuma masalahnya, itu ngga mungkin untuk pemula, karena untuk orang yang tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali pastilah mendengar orang bule tersebut sudah bingung.

Bahasa Inggris adalah bahasa penyambung lidah (LIngua Franca) bagi banyak orang lintas bangsa, suku dan agama. Oleh sebab itu hampir setiap hari kita menjumpai penggunaan bahasa inggris dimana-mana.

Walaupun ada banyak video di youtube tentang orang bule tersebut mengajarkan dengan dari dasar sekali, tetap saja dibutuhkan dasar dan pemahaman terlebih dahulu. Coba bayangkan kalau orang Indonesia mengajar orang bule bahasa Indonesia dengan menggunakan bahasa pengantar yang juga Indonesia atau bahasa tarzan. Orang bulenya bingung ngga?

Contohnya, kita membuat kalimat sederhana dalam bahasa Indonesia ya, Ini Budi. Nah ketika kita menjelaskan hal itu kita menggunakan bahasa Indonesia juga, yang ada orang bulenya bakalan bengong kan? Walaupun kalimat yang kita ajarkan sangat sederhana sekali bentuknya tetap aja orang bulenya akan bingung mendengarkan kita menjelaskan tanpa bahasa pengantar dan budaya yang dimengerti.

Dia dengar kita aja belum ngerti gimana dia mau mengerti apa yang kita ucapkan? Walau yang kita ucapkan dan kita ajarkan itu sangat amat sederhana. Nah jadi kalau menurut kita kalau teman-teman memang dari nol sekali dan ingin belajar bahasa Inggris, carilah guru orang Indonesia dulu untuk pertamanya.

Jangan langsung guru orang bule, mending kalau orang bulenya bisa berbahasa Indonesia dengan fasih, nah kalau ngga? Kita berbahasa tarzan aja berarti di kelas komunikasi antara guru dengan muridnya kan?

Dan menurut kita cara itu sama sekali tidak efektif. Hanya keren aja, itu juga kalau ditanya orang. Loe belajar bahasa Inggris dimana? Gue belajar bahasa Inggris sama bule langsung nih! Jago dong loe sekarang bahasa Inggrisnya? Kita ngomong pake bahasa Inggris aja yuk kalau gitu? Terus begitu diajakin ngomong bahasa Inggris orangnya bengong. Terus loe ngapain belajar bahasa Inggris sama orang bule kalau ngga jago juga bahasa Inggris loe? Kan biar kelihatan keren di mata orang-orang. oalah…

Film dengan subtitle atau terjemahan malah memperlambat proses belajar melalui metode menonton film.

Nah kembali ke topik kita mengenai belajar bahasa Inggris lewat film. Seringkali kita mengerti alur cerita saat menonton film berbahasa Inggris tanpa tahu cara yang benarnya, hanya lewat begitu saja tentunya. Apalagi kalau setiap kita nonton film berbahasa Inggris selalu ada subtitle bahasa Indonesianya kan? Mau ribuan film yang sudah kita tonton juga biasanya sih ngga akan ngaruh tanpa kita mengetahui bentuk asli dan tatanan bahasa yang sebenarnya. Yang ada kita baca terus tuh subtitlenya, dan kita merasa kita akan berkembang dengan begitu.

Masalah utama dalam menonton film berbahasa asing muncul ketika kita mendengar dan kemudian kita membaca subtitlenya, itu ada dua konsentrasi yang berlangsung, yaitu mendengar ucapannya dan juga membaca subtitlenya. Biasanya sih bagian mendengarnya jadi hilang aja gitu, dan kita jadi asik aja terus membaca subtitlenya, dan sampai sepuluh tahun kemudian tetap aja kita tidak bertambah juga kemampuan bahasa Inggris kita. Bukan begitu bukan?

Jadi caranya belajar bahasa Inggris lewat film yang efektif itu gimana? Caranya adalah teman-teman tonton dulu satu kali filmnya sampai habis, silakan aja kalau mau pasang subtitle bahasa Indonesia. Tonton aja sekali dulu sampai habis. Itu untuk teman-teman tahu dulu jalan ceritanya itu film sampai habis. Kemudian setelah film tersebut habis dan teman-teman tahu jalan ceritanya kemudian setelah ini kita mulai pembelajaran bahasa Inggris kita melalui film.

Kita bagi-bagi filmnya menjadi per sepuluh menit. Kita ulang lagi filmnya dan kita tonton sepuluh menit pertama. Kali ini tonton lagi dengan menggunakan subtitle berbahasa Inggris. Jadi tulisan di bawahnya itu adalah bahasa Inggris. Dan kita dengarkan perkataan si aktor dan aktrisnya kemudian kita baca subtitlenya. Disitu kalau ada kata yang tidak kita mengerti, kita catat kata-katanya dan kemudian kita coba cari artinya di kamus.

Ini tentunya akan menambah perbendaharaan vocabulary bahasa Inggris kita, dan juga kita jadi tahu juga penggunaan kata tersebut di dalam konteks percakapan langsung itu seperti apa. Sudah lakukan menonton selama sepuluh menit pertama dari film tersebut? Kemudian langkah berikutnya adalah ulangi lagi, kali ini subtitle bahasa Inggrisnya teman-teman matikan dan tidak ada subtitle sama sekali.

Dengan seperti itu teman-teman bisa menangkap ngga kata-kata yang mereka ucapkan? Kalau bisa, coba tuliskan satu per satu kata per kata yang mereka ucapkan tersebut selama 10 menit yang pertama. Tulis di kertas semua percakapan yang ada di film itu dalam sepuluh menit pertama. Kemudian setelah teman-teman berhasil menuliskannya kemudian ulangi lagi gih film tersebut. Tonton lagi sepuluh menit pertama tersebut kemudian nyalakan lagi subtitle bahasa Inggrisnya dan coba cocokkan apa yang sudah teman-teman tuliskan dengan apa yang ada di subtitle itu. Apakah sudah sama persis kah?

Kalau sudah sama persis berarti teman-teman sudah mempunyai pendengaran yang bagus dan bisa berlanjut ke sepuluh menit yang berikutnya. Tapi kalau masih ada yang salah, coba analisa salahnya dimana dan kemudian coba dengarkan dan tonton lagi bagian yang salah itu. Kemudian teman-teman juga bisa belajar pronunciation dengan mengikuti cara si aktor dan aktris tersebut di dalam mengucapkan kata-katanya.

Jadi teman-teman ulangi lagi saja film tersebut di sepuluh menit pertama kemudian dengan catatan dialog yang sudah teman-teman buat, ikuti ketika mereka ngomong. Kemudian rekam deh dengan menggunakan handphone teman-teman suara teman-teman ketika mengucapkan dialog yang ada di film tersebut dan kemudian dengarkan. Apa yang teman-teman ucapkan sudahkah terdengar sama seperti si orang bule aktor dan aktris yang ada di film tersebut?

Kalau belum ya tinggal terus teman-teman latih dan latih dan latih saja, hingga akhirnya ketika teman-teman rekam, teman-teman sudah bisa bilang bahwa sudah mirip nih pronunciation atau pelafalannya nih.

Nah dengan cara seperti ini tentunya teman-teman akan mendapatkan banyak hal dari menonton sebuah film. Ngga hanya lewat begitu saja, tapi kita bisa memperbanyak hafalan kosa kata (vocabulary) kita, mempertajam kemampuan listening kita, kemudian juga belajar pelafalan atau pengucapan (pronunciation) dengan menirukan dialog di film tersebut dan kemudian juga menganalisa tenses yang mereka gunakan dalam ketika mereka berbicara dan kita jadi tahu kapan tenses itu digunakan, past tense misalnya. Oh ketika begini mereka ngomongnya dengan past tense nih. Kita kan jadi tahu secara praktek langsung dari film kan?

Dengan begitu nanti bisa kita gunakan di dalam percakapan kita. Dan bisa kita hafalkan juga kira-kira, jadi itu akan menambah vocabulary dan pengetahuan kita tentunya.


 

Artikel ini terakhir diupdate padaJuni 6, 2020 @ 10:02 am

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: