Thailand Negara Kafir Yang Maju dan Kota Mobil Double Cabin

aya pernah tinggal di Thailand selama 4 bulan. Dalam masa 4 bulan itu saya pernah menjelajah ke beberapa propinsi, antara lain Bangkok, Pattaya, Prachuap Khiri Khan, Lopburi, Saraburi (saya paling lama disini), Ratchaburi, Chiang Mai dan Phetchabun. Untuk menggambarkan kehidupan di Thailand sehari-hari maka saya akan menuliskan kesamaan yang saya lihat di seluruh tempat itu karena ada juga hal yang berbeda di masing-masing wilayah. Hal ini berdasarkan pengamatan saya langsung dan berdasarkan obrolan dengan masyarakat setempat yang saya pahami.

1. Jalanan Thailand sangat-sangat lebar (jalan biasa ya, bukan jalan tol).

Ini yang paling bikin malu negara kita kalau mau disandingkan dengan Thailand, jalanan propinsi di Thailand itu selebar jalan tol di Indonesia. Dan ini berlaku di seluruh propinsi yang pernah saya kunjungi. Jalan tol di Thailand hanya saya dapati di Bangkok dan Pattaya, sisanya merupakan jalan biasa dengan lebar yang sama dengan jalan tol kita, jadi tidak heran disana banyak sekali yang turing tiap minggu.

2. Seluruh Thailand terhubung lewat jalan darat dengan jalan yang bagus.

Dari selatan ke utara, dari barat ke timur, saya berkeliling dengan melalui jalan darat yang seluas jalan tol tadi. Tenaaaaang sekali jalanannya, pemandangan kanan kiri semua sawah, baru bertemu rumah setelah masuk pemukiman. Cerita masyarakat disana bahwa jalan lebar yang menghubungkan seluruh Thailand dimaksudkan untuk mempercepat pengiriman beras di masa lalu dari seluruh propinsi ke Bangkok untuk mencapai target swasembada dan ekspor.

3. Harga mobil sangat murah.

Mungkin karena sebagian pabrik otomotif Asia Tenggara berlokasi di Thailand, maka mobil disana murah-murah. Tapi saya juga pernah diceritakan kalau dulu mobil pernah disubsidi oleh pemerintah untuk mendorong masyarakat menikmati jalanan Thailand. Mobil bak terbuka lebih populer di Thailand karena untuk di daerah perkampungan dipakai untuk mengangkut lebih banyak anggota keluarga (duduk di bak).

4. Orang asing tidak boleh membeli tanah.

Infonya harus jadi WN Thailand atau menikah dengan warga Thailand, itupun surat tanah harus atas nama istri.

5. Rokok mahal, tapi bir sangat murah.

Orang Thailand minum bir sudah seperti orang Indonesia minum kopi. Tidak heran disana harga bir sangat murah, akan tetapi harga rokok sampai 3 kali lipat harga Indonesia.

6. 95% makanan atau bumbu makanan mengandung babi.

Salah satu hal yang menyulitkan jika anda seorang muslim dan membeli makanan di luar. Tidak semua pedagang makanan menjual makanan yang tidak mengandung babi, pilihan lainnya walau agak sulit dicari adalah ikan dan ayam.

7. Transportasi umum sangat bagus dan connected.

Saya berkeliling Thailand dengan bis dan kereta api, terkadang menumpang penduduk lokal. Dengan transportasi umum, kita tidak perlu takut tersesat karena semua propinsi pasti saling terhubung, tinggal datangi terminal bus mana saja dan sebutkan kota tujuan. Yang perlu diwaspadai hanya supir travel gelap karena sering menipu penumpang (11-12 sama disini, hahaha)

8. Demografi sangat mirip Indonesia hanya beda bahasa.

Saat saya pertama sampai sana saya kira bakal lihat yang cantik-cantik atau ganteng-ganteng seperti film Thailand. Ternyata perawakan orangnya sama persis dengan Indonesia. hanya beda bahasa saja. Mungkin orang Thailand sebelum ke Indo juga ngiranya kita cantik-cantik seperti di sinetron kali ya.

9. Militer cadangan adalah anak-anak SMA.

Anak sekolah di Thailand semasa SMA dikenalkan dengan program tentara cadangan dan berada di bawa Military Circle (kalau di Indonesia mirip seperti Kodam). Selesai SMA, boleh mendaftar tentara boleh tidak. Yang tidak ikut menjadi tentara cadangan semasa SMA dan setelah SMA tidak mendaftar tentara, maka pada umur 22 akan diikutkan wajib militer untuk menjadi tamtama selama 2 tahun.

10. Yang mengelak wajib militer akan mendapat sanksi.

Sanksi berupa penjara dan sanksi administratif sampai dengan anak cucu (cabut KTP dan KK, otomatis anggota keluarga tidak bisa dapat kerja di masa datang).

11. Agama melekat kuat walau kehidupan bebas.

Kehidupan di Thailand tergolong bebas mungkin karena sudah banyak mendapat pengaruh dari turis-turis barat. Namun nilai keagamaan masih sangat melekat kuat, di dalam mobil, di tiap aula, dan hampir di setiap tempat pasti akan ditemui ornamen yang mengingatkan mereka terhadap agamanya.

12. Raja hampir setara dengan dewa, khususnya Rama ke-IX.

Di setiap mobil akan kita temui foto raja ke IX, banyak sekali adat istiadat yang harus kita patuhi kalau sudah menyangkut dengan raja. Jika ada foto raja, maka kita tidak boleh berfoto dengan membelakangi foto raja tersebut. Dan masih banyak lagi adat istiadat lainnya.

13. Terompet bendera.

Tiap jam 8 pagi dan jam 6 sore, akan diputar lagu kebangsaan dan penaikan serta penurunan bendera. Seluruhnya wajib berhenti aktifitas.

14. Nonton bioskop.

Hanya di Bangkok kita bisa nonton bioskop film barat dengan subtitle Inggris, itupun film tertentu dan studio tertentu. Sisanya adalah film barat dengan dubbing Thailand.

Kalau ditanya lebih enak tinggal dimana, tergantung selera anda dengan menimbang poin-poin di atas tadi. Kalau saya pribadi merasa nyaman tinggal di Thailand, karena tiket untuk pulang ke Medan jauh lebih murah ketimbang pulang dari Jakarta, hahaha.

Artikel ini terakhir diupdate padaJuni 6, 2020 @ 9:38 am

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: