ga('set', 'userId', 'USER_ID'); // Set the user ID using signed-in user_id.

Sejarah Beer Indonesia Yang Merupakan Peninggalan Kompeni Belanda Kini Milik Swasta Bukan Negara

Beer adalah Minuman beralkohol yang rata rata di komsumsi di seluruh dunia bahkan di Indonesia Yang mayoritas 90 persen kurang lebih berargama islam. Walaupun begitu ternyata di Indonesia itu sendiri ternyata ada bir produksi dalam negeri yang disebabkan ilmu peninggalan belanda sewaktu jaman perang. Bir apa aja itu?

Bir di Indonesia dimulai pada 1929, ketika perusahaan bir Heineken mendirikan pabrik pembuatan bir pertamanya di Surabaya, Jawa Timur, pada masa pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia. Pada 1960an, bangsa Indonesia mengembangkan merek bir lokal mereka sendiri, yang meliputi Bir Bintang (dinasionalisasikan dari Heineken) dan bir Anker

sebagai sebuah negara mayoritas Muslim, industri alkohol menghadapi penentangan terkini dari kelompok-kelompok dan partai-partai Islamis di negara tersebut. Hukum konsumsi pangan Islam berisi pelarangan melawan konsumsi alkohol. Karena berbagai peraturan, penjualan alkohol menurun di Indonesia.Peraturan tersebut meliputi peninggian pajak mencapai 18%, penentuan dimana bir dapat dijual, serta rencana untuk mencekal bir. Akibatnya, pasaran bir Indonesia menurun pada 2014 dan 2015.

Saat ini, PT Multi Bintang Indonesia Tbk merupakan penghasil bir domestik terbesar di Indonesia, dengan merek Bir Bintang-nya memimpin pasaran sebagai bir dengan penjualan terbesar di Indonesia. Multi Bintang Indonesia memimpin pasar bir Indonesia dengan mendapatkan total pembagian volume sebanyak lebih dari 61% pada 2012.

Multi Bintang adalah sebuah cabang dari Heineken Asia Pasifik. Pada 2011, Biru Bintang memenangkan Medali Emas untuk Kategori Bir Lager dan dianugerahi penghargaan ‘Juara Bir 2011’ di kompetisi bir kelas dunia, Brewing Industry International Award (BIIA 2011) yang diadakan di London. Pada 2014 Bintang Radler memperkenalkan biru berasa pertama yang diproduksi secara domesktik di Indonesia.

Produsen bir utama lainnya adalah Delta Djakarta yang dikenal karena Bir Anker-nya,[ dan PT Bali Hai Brewery Indonesia yang dikenal karena Bali Hai,

Rasa Bir Lokal Bagaimana?

Heneiken itu terbaik karena kayak ada manis2nya, tapi setelah di info bir lokal doang, maka jawaban ini pudar…

Bintang – Pahitnya pas (tapi seringkali bikin kembung)

Anker & Balihai – pahit banget (sering bikin kentut) tapi minuman ini memiliki kecenderungan tidak bikin mabuk

prost – menurut mereka, merk ini tidak enak sama sekali, alasan utama, ya tidak enak, terlalu pait – aneh rasanya

source: wiki

Artikel ini terakhir diupdate padaJanuari 16, 2020 @ 11:56 am

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: