Polio penyakit kuno yang menyerang Malaysia

Malaysia memang diakui sebagai salah satu negeri termaju di Asia tenggara dengan keadaan ekonomi pasar yang relatif terbuka berorientasi negara dan industri baru. Kemajuan dan kemakmuran rakyat Malaysia memang masih diatas Inodonesia, terbukti dengan masih banyaknya orang Indonesia yang merantau kesana. Negeri Malaysia memiliki salah satu catatan ekonomi terbaik di Asia, dengan PDB tumbuh rata-rata 6,5 persen per tahun dari tahun 1957 hingga 2005. Namun, biarpun negerinya kaya dan rakyatnya banyak duit, Malaysia masih dijangkiti oleh penyakit kuno Polio. Malaysia telah melaporkan kasus polio pertamanya dalam 27 tahun, otoritas kesehatan mengatakan Minggu, mengumumkan bayi berusia tiga bulan telah didiagnosis di pulau Kalimantan.

Direktur jenderal kementerian kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, mengatakan bayi dari Tuaran di negara bagian Sabah timur telah dirawat di perawatan intensif setelah mengalami demam dan kelemahan otot.

“Pasien saat ini sedang menjalani perawatan di ruang isolasi dan dalam kondisi stabil tetapi membutuhkan bantuan pernapasan,” kata Noor Hisham, menambahkan bahwa bayi itu didiagnosis pada hari Jumat.

Polio adalah penyakit virus yang sangat menular yang tidak dapat disembuhkan dan hanya dapat dicegah dengan beberapa dosis vaksin oral dan injeksi. Ini mempengaruhi sistem saraf dan sumsum tulang belakang dan bisa berakibat fatal dalam kasus yang jarang terjadi.

Selama tiga dekade terakhir dunia telah membuat langkah besar dalam pertempuran melawan polio. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hanya 33 kasus yang dilaporkan di seluruh dunia tahun lalu.

Malaysia dinyatakan bebas polio pada tahun 2000. Kasus terakhir di negara itu terjadi pada tahun 1992.

Diagnosis tersebut muncul setelah Filipina, yang memiliki perbatasan laut dekat dengan Sabah, dilanda pada bulan September oleh kasus polio pertamanya dalam hampir dua dekade.

Noor Hisham mengatakan hasil tes menunjukkan bahwa anak Malaysia itu terinfeksi dengan strain yang berbagi hubungan genetik dengan virus yang terdeteksi di Filipina.

Pakar kesehatan masyarakat T. Jayabalan mengatakan kepada AFP bahwa ia tidak terkejut dengan wabah polio karena imunisasi tidak wajib di Malaysia.

“Kasus pertama ini mungkin adalah puncak gunung es. Ada kemungkinan yang sangat tinggi dari tren kenaikan,” katanya.

Jayabalan mengatakan ada sekelompok kecil orang yang menolak vaksinasi karena informasi yang salah.

Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia telah mencatat sejumlah kematian di antara anak-anak akibat difteri, penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, karena mereka tidak menerima imunisasi.

Noor Hisham mengatakan penyelidikan menemukan bahwa 23 anak di bawah usia 15 tahun yang tinggal dekat dengan bayi yang terinfeksi juga belum menerima vaksin polio.

“Ini adalah situasi yang membuat frustasi karena penyebaran penyakit hanya dapat dihentikan dengan imunisasi polio.”

Kegiatan vaksinasi dan pemantauan akan dilakukan untuk mencoba dan mengandung penyebaran penyakit, tambahnya.


Sumber; TheJakartaPost

Artikel ini terakhir diupdate padaDesember 22, 2019 @ 11:10 am

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: