Perbedaan Budaya Orang Jawa Tengah VS Jawa Barat

Ini secara implisit pernah dibahas oleh Denys Lombard, tentang kontrasnya budaya manusia di sisi barat Pulau Jawa, dengan sisi tengah-timur. Sumber perbedaan kemungkinan adalah soal cara bertahan hidup, metode agrikultur. Suku Jawa berbudaya bersawah dan Suku Sunda berbudaya berladang (huma). Metode bertani ini sangat mempengaruhi cara mengelola komunitas, politiknya, sampai kepada ekspresi seni dan linguistiknya

Budaya bertani di Suku Jawa secara halus ‘memaksa’ manusia Jawa buat terbiasa dengan koordinasi ketat dan pembagian posisi-posisi struktural yang butuh kemampuan manajemen komunitas. Tata kelola air, penjagaan panen, mitigasi konflik, dan kemampuan-kemampuan lain yang memastikan keberlangsungan pasokan bahan makan bersama. Disini posisi ‘negara’ menjadi penting bagi Suku Jawa, karena menjadi pengaman utama keberlangsungan tata kelola pertanian. Feodalisme lebih berkembang di Suku Jawa karena memang ada kebutuhan buat mempertahankan institusi negara, menjadi masyarakat konsentris.

Jakob Sumardjo dalam Paradoks Cerita-cerita Si Kabayan (2014) menerangkan hal dilandasi karakter masyarakat Sunda yang berbasis huma atau ladang. Dibanding kerajaan-kerajaan Jawa berbasis masyarakat sawah yang menetap, kebudayaan istana di kerajaan-kerajaan Sunda hanya berkembang di lingkungan terbatas masyarakat negara.Masyarakat negara adalah masyarakat Sunda di wilayah yang benar-benar dikuasai kerajaan secara langsung. Di luar wilayah kekuasaan kerajaan, masih terdapat kampung-kampung Sunda yang berpindah-pindah akibat hidup dari berladang.

Apakah sampai 2020 jejak ini masih ada? Masih! Coba berinteraksi langsung dengan elemen akar rumput di pedesaan Suku Jawa dan Suku Sunda, nanti akan paham maksud tulisan di atas.

source: Julius

Artikel ini terakhir diupdate padaJuni 22, 2020 @ 1:51 pm

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: