ga('set', 'userId', 'USER_ID'); // Set the user ID using signed-in user_id.

Pengemis di China meminta transfer WeChat Pay jika orang yang mau sedekah tidak punya uang tunai

Cina membuat kemajuan besar dalam pembayaran tanpa uang tunai – sedemikian rupa sehingga bahkan kios pinggir jalan menerima pembayaran digital. Republik Rakyat Komunis China merupakan pasar tanpa uang tunai terbesar. Menurut laporan 2018 oleh Business Insider, Cina telah menjadi pasar tanpa uang tunai terbesar di dunia.

WeChat Pay dan AliPay adalah metode pembayaran utama di negeri komunis itu. Ada beberapa manfaat dari kehilangan uang tunai, seperti pengurangan perampokan dan uang kertas palsu.

Namun, daerah pedesaan harus terintegrasi secara aktif, dan ini termasuk membuat internet tersedia di daerah ini, serta mendidik pengguna yang kurang paham, yang mungkin juga tidak memenuhi syarat untuk skema kredit.

Tampaknya sistem DARING juga merupakan metode transaksi yang diterima di antara para pengemis juga. Pada 27 November, seorang turis warga negara singapura, Fazil Irwan berbagi pengalamannya dengan seorang pengemis di Facebook, di mana sejak itu ia mengumpulkan lebih dari 10.000 share post di akun Facebooknya yang viral.

Irwan keluar makan malam dengan sekelompok teman ketika mereka bertemu dengan pengemis, yang meminta uang. Salah satu teman Irwan menjawab bahwa dia tidak punya uang tunai.

Namun, pengemis itu mengatakan bahwa iapun sekarang sudah memiliki smartphone dan menerima sedekah digital via DARING wechat pay, dan bahwa temannya dapat membayar sesuai kemampuan dan kerelaan.


Sumber: SG Facebook Group

Artikel ini terakhir diupdate padaNovember 30, 2019 @ 8:50 am

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: