Paul le Roux dari programmer hingga bos gangster: Kisah hidup bandit pintar internasional

Dari programmer hingga bos gangster: Kisah Paul le Roux memang sulit dipercaya namun nyata. Ia merupakan teroris dan gembong bandit internasional dari penyelundupan Crystal meth, penyelundupan senjata, pembunuhan kontrak, percobaan kudeta politik dan lainnya.

Bagi Paul le Roux, tidak ada kejahatan yang terlalu sulit. sampai akhirnya ia tertangkap dan Pengadilan di New York. Amerika Serikat sekarang telah menghukum bos gangster bule Afrika dari Zimbabwe ini dengan hukuman 25 tahun penjara dan memaksanya menjadi informan.

Masa Kecil Paul Le Roux

Petualangan jahat Paul le Roux sebenarnya bisa kita ketahui dari cerita hidupnya dimasa kecil. Paul Calder Le Roux (lahir 24 Desember 1972) dikenal sebagai mantan programmer, mantan bos kartel kriminal dan informan ke lembaga penegakan hukum anti narkoba Ameriaka Serikat yang bernama Drug Enforcement Administration (DEA).

Pada 1984, hanya beberapa saat setelah berakhirnya pemerintahan minoritas kulit putih di Zimbabwe modern, Paul le Roux dan orang tua angkatnya pindah ke Afrika Selatan. Keluarga itu menetap di desa orang bule yang bernama Krugersdorp, sekitar 25 kilometer (15 mil) barat laut Johannesburg. Di sana, le Roux yang remaja menjadi orang luar yang introvert.

Akte kelahirannya tidak menyebut nama ayahnya. Identitas ibu kandungnya juga belum diungkapkan: satu sumber mengklaim dia adalah anak diluar nikah dari seorang remaja miskin, sementara yang lain menyatakan bahwa nenek dari pihak ibu menikah dengan seorang senator AS.

Saat berusia dua bulan, Paul Calder Le Roux diadopsi oleh pasangan bule yang tinggal di kota penambangan asbes Mashava dan diberi nama; Paul Calder Le Roux. Orang tuanya tidak pernah memberitahunya bahwa ia di adopsi, meskipun berbagai anggota keluarganya mengetahuinya selama bertahun-tahun, dan Le Roux sendiri baru mengetahuinya pada tahun 2002. Dia memiliki seorang adik perempuan dan sangat disukai oleh orang tua angkatnya dan keluarga besarnya.

Setelah peristiwa politik tahun 1980, dengan Robert Mugabe mengambil alih kekuasaan dan mengakhiri kekuasaan minoritas kulit putih, keluarga tersebut pindah ke Afrika Selatan pada tahun 1984 untuk kesempatan sekolah yang lebih baik bagi Paul. Mereka menemukan rumah baru di kota pertambangan Krugersdorp, tempat ayahnya Paul Le Roux memulai sebuah perusahaan yang mengelola operasi penambangan batu bara, yang segera membawa kekayaan bagi keluarganya.

Tak lama setelah itu, Le Roux diberi komputer pertamanya sebagai hadiah karena rajin dan penurut pada orangtuanya dan rutin mencuci mobil ayahnya. Sebagai seorang remaja, ia memiliki postur tinggi, langsing dan tampan, meskipun tidak terlalu sosial dan tidak tertarik pada olahraga. Dia juga terobsesi dengan video game Wing Commander, yang sering dia mainkan di TV keluarga.

Kejahatan pertama

Saat berusia 15 atau 16, Le Roux ditangkap polisi setempat karena menjual kaset pornografi setelah polisi menggeledah rumah keluarga. Keluarga itu berhasil merahasiakan kejadian itu. Setelah penangkapannya, Paul Le Roux menjadi lebih tertutup.

Seorang siswa yang sangat baik, ia menolak untuk belajar bahasa Afrika, yang merupakan pelajaran wajib di sekolah-sekolah Afrika Selatan, ia menyebutnya “bahasa mati” tidak berguna dan akhirnya putus sekolah. Pada usia 16 tahun Ia mendaftar dalam kursus pemrograman komputer, Ia berhasil menyelesaikan kursus yang umumnya satu tahun hanya dalam delapan minggu.

Mencari nafkah didunia pemograman komputer

“Dia benci berada di Afrika Selatan, dia membenci lingkungan disekelilingnya yang serba sulit,” jelas Ratliff. Selama waktu inilah Paul le Roux beralih ke dunia komputer dan akhirnya putus sekolah sehingga dia bisa fokus sepenuhnya pada pemrograman.

Le Roux menghabiskan tahun 1990-an di London, Hong Kong dan Amsterdam, di mana ia terkenal dan memulai karir dengan bekerja secara halal sebagai pengembang perangkat lunak enkripsi open-source E4M. E4M dianggap sebagai dasar dari program enkripsi Truecrypt yang saat ini banyak dipakai oleh lembaga keuangan maupun militer.

Pelaku Whistleblower Edward Snowden yang terkenal dengan membocorkan dokumen rahasia CIA Amerika Serikat pernah juga mengklaim bahwa dinas rahasia AS NSA memiliki masalah dengan perangkat lunak tersebut. Ada banyak file komputer yang belum bisa dibuka oleh lembaga milier amerika serikat tersebut karena enkripsi buatan Paul Le Roux.

Sekembalinya dari perjalanan liburan keluarga ke AS, Le Roux yang berusia 17 tahun memutuskan untuk meninggalkan Afrika Selatan, dan berangkat ke Inggris delapan bulan kemudian. Dia menemukan pekerjaan sebagai seorang programmer, dan, pada tahun 1994, bertemu calon istrinya, Michelle. Setelah enam bulan di AS, ia mengikuti Michelle untuk merantau ke Australia pada 1995.

Pasangan itu menikah dan Le Roux memperoleh kewarganegaraan Australia. Mereka tinggal di Perth dan Sydney. Tidak jelas apakah pasangan itu memiliki anak – beberapa sumber menyebutkan seorang putra, sementara yang lain mengklaim anak pertama Le Roux (seorang putra) bersama dengan istri keduanya.

Le Roux telah mengungkapkan sedikit tentang kehidupan awalnya, dan sebagian besar ditemukan oleh jurnalis Evan Ratliff.

Namun, kompetitifnya industri software komputer di tahun 90an juga berpengaruh pada karir Le Roux. Paul le Roux tidak berhasil mengubah karir halalnya itu menghasilkan uang halal untuk kehidupan sehari-hari. Setelah berselisih dengan mantan bossnya, ia memilih berhenti dan terpaksa mencari uang lewat kejahatan dan mulai merintis beragam usaha dagang pada tahun 2002.

MENJADI WIRASWASTA JAHAT

Selama karir kriminalnya, le Roux secara konsisten tertarik untuk berbisnis ilegal di negeri Afrika yang lebih luas, jelas Elaine Shannon, seorang jurnalis investigasi dan penulis “Hunting LeRoux”, yang mencakup perburuan le Roux oleh agen khusus DEA.

“Dia melihat Afrika sebagai tempat di mana dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan,” kata Shannon kepada DW. “Dia ingin ditinggal sendirian. Mematuhi peraturan, membuat peraturan sendiri, membuat hidupnya sendiri, membuat kerajaan sendiri. Ia sadar bahwa ia bisa melakukan itu di Afrika dengan modal uang.”

Jadi, apakah le Roux – yang oleh banyak mantan rekannya juga digambarkan sebagai rasis secara terbuka – merencanakan untuk menciptakan kerajaannya sendiri di Afrika melalui proyek-proyeknya di Somalia, pembelian tanahnya di Zimbabwe, dan rencana kudeta di Seychelles? Apakah dia mencoba mengikuti contoh penjajah Eropa? Ratliff berhati-hati dalam menarik kesimpulan semacam itu. Namun, ia menjelaskan: “Saya tahu bahwa dalam percakapan dengan orang lain, ia berulang kali mengungkapkan ide-ide neo-kolonial, bahwa ia ingin menjadi orang hebat di Somalia, misalnya, yang akan mengendalikan wilayah di sana dan membuat undang-undang”.

Le Roux mungkin tidak akan lagi dapat mewujudkan rencananya. Dia dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada pertengahan Juni karena daftar panjang kejahatan. Para pengamat berharap dia akan menerima hukuman penjara yang lebih singkat, karena dia sebelumnya telah bekerja sama secara intensif dengan pihak berwenang dan bersaksi sebagai saksi kunci dalam sejumlah kasus pengadilan terhadap beberapa rekannya yang menjadi diktator dan penjahat perang di Afrika.

Ketika menjatuhkan hukuman pada Paul le Roux, hakim asal Amerika Serikat sempat menyatakan rasa kagumnya: “Di hadapan saya adalah seorang pria yang terlibat dalam perilaku sesuai dengan penjahat internasional dalam film James Bond.”

Diduga sebagai Satoshi yang dikenal sebagai penemu uang Bitcoin

Salah satu misteri paling abadi di zaman modern adalah karakter anonim yang dikenal bernama Satoshi Nakamoto, pencipta nama samaran Bitcoin dan penuh teka-teki. Media forum penggiat Cryptocurrency Bitcoin banyak yang menunjuk  Dalang Kriminal Paul Le Roux yang dibahas pertama kali di Bitcoin News.

Pada tahun 1999, Paul Le Roux memang dikenal menciptakan E4M, program perangkat lunak enkripsi disk gratisan dan open source yang cocok digunakan pada software Microsoft Windows, dan kadang-kadang dikreditkan untuk TrueCrypt open-source, yang didasarkan pada kode E4M. Namun Paul Le Roux menyangkal keterlibatan dengan TrueCrypt.

Le Roux jelas pada awal karirnya ingin berbuat baik. Dia bekerja siang dan malam di apartemen sempit itu untuk menulis sebuah program yang disebut E4M – Enkripsi pengompresan data yang mudah digunakan siapapun.

Ia menciptakan brankas digital untuk mengunci rahasia yang ada di komputer pribadi. Sistem perlindungan data adalah lompatan ke depan pada hal lain di pasar pada saat itu.

Le Roux mengunggahnya ke internet sebagai freeware. Belum pernah sebelumnya teknologi semacam itu tersedia untuk umum. Dan belum pernah sebelumnya lembaga penegak hukum dan intelijen di seluruh dunia memiliki alasan untuk menganggap enkripsi data tersebut berbahaya jika disebarluaskan secara gratis.

Seperti Le Roux, E4M keluar dari jalurnya. Sementara ia menjadi penguasa kerajaan kriminal yang mencapai penyelundupan berlian darah di Afrika, menjalankan narkoba di dalam dan di luar Korea Utara, mensponsori pembunuhan dan perang kotor di pelosok dunia yang terlupakan, anak jahat dari program enkripsi aslinya, TrueCrypt, juga diadopsi oleh teroris dengan al-Qa’ida dan organisasi lain untuk menutupi kejahatan mereka.

Emas Khadafi dan kudeta yang direncanakan

Paul Le Roux diketahui pernah menawarkan Iran sistem panduan rudal untuk dijual melalui perantara. Di Somalia dia ingin memasuki bisnis perikanan tuna, perdagangan senjata dan obat-obatan dalam skala besar – dia bahkan membangun desanya sendiri untuk tujuan ini, dan mempekerjakan milisi lokal bersenjata yang terdiri lebih dari 200 orang untuk melindungi operasi perdagangan ilegalnya. Meskipun proyek itu akhirnya ditinggalkan karena persaingan yang ketat, usahanya itu sempat membuatnya masuk daftar teroris di laporan Dewan Keamanan PBB.

Di pengadilan Amerika serikat, Paul le Roux mengaku berpartisipasi dalam beberapa pembunuhan kontrak – termasuk salah satu pembunuh kontrak yang dilakukannya sendiri. Ada banyak kisah tidak terverifikasi lainnya tentang le Roux yang terdengar lebih tidak masuk akal.

Menurut pernyataan mantan karyawan dan mitra bisnis, Paul Le Roux dikatakan telah terlibat dalam rencana penyelundupan emas milik mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi ke Afrika Selatan, dan bahkan dikabarkan telah merencanakan kudeta di Seychelles dengan pasukan internasional yang terdiri dari tentara bayaran.

“Dia memiliki rencana bisnis cepat kaya semacam itu sepanjang waktu,” kata jurnalis Evan Ratliff, penulis “The Mastermind,” sebuah buku yang mendokumentasikan kejahatan le Roux dan upaya untuk membawanya ke pengadilan. “Dengan Paul le Roux kamu harus percaya, karena dia benar-benar melaksanakan beberapa ide itu.”

Seorang anak kecil bule yang trauma mengalami konflik

Dalam mencari penjelasan tentang energi wiraswasta Paul le Roux yang tampaknya tidak terbatas untuk kejahatan, Ratliff menunjukkan pengalamannya selama masa mudanya. Le Roux tumbuh di Afrika Selatan yang secara politik tidak stabil selama tahun 1970-an dan 1980-an.

Menurut Ratliff, ia masih menikmati masa kanak-kanak yang relatif terlindung di Zimbabwe meskipun mengalami perang saudara, menurut kerabat dan kenalannya. Tetapi ide-ide bisnis Paul le Roux tentang apa yang harus dianggap legal dan ilegal mungkin dipengaruhi oleh lingkungannya di Bulawayo.

Hal-hal seperti penyelundupan emas dan logam mulia lain atau melakukan bisnis di wilayah abu-abu hukum tidak dipandang sebagai hal yang salah baginya. Paul Le Roux sering beranggapan bahwa ia harus memberi makan karyawannya dan memberikan kepastian ekonomi saja.

“Di mata banyak orang, di benua Afrika memang ada begitu banyak konflik dan kekacauan pada saat itu,” kata Ratliff kepada DW. Ini mungkin menjelaskan mengapa, paling tidak pada awal karir kriminalnya, le Roux tidak memiliki masalah moral ketika melakukan bisnis ilegal. Paul le Roux mungkin sudah terbiasa melihat penderitaan hidup orang disekelilingnya.

Kejahatan terbesar yang membuatnya tertangkap

Pada bulan September 2012: Paul le Roux, seorang programmer brilian dari Afrika Selatan dengan hasrat untuk bisnis kriminal, bertemu dengan seorang pria bernama Pepe – bos kartel narkoba asal Kolombia. Dia menunggu di sebuah kamar hotel di Monrovia, Liberia, pantai timur dari benua Afrika yang dikenal sebagai jalur perdagangan dan perkapalan.

Selain kokain, Pepe ingin menjual shabu ke Amerika Utara dan Eropa. Le Roux, yang telah berkecimpung dalam bisnis meth selama beberapa waktu, berencana untuk memasok bahan baku dan menggunakan koneksinya untuk membantu mendirikan laboratorium obat narkoba di Afrika Barat.

Apa yang Paul le Roux tidak ketahui adalah bahwa pertemuan itu perangkap yang dibuat oleh agen-agen anti-narkoba AS, DEA. Perwakilan dari Pepe yang dikira calon rekan bisnis terpercaya, ternyata adalah agen rahasia anti narkoba asal Amerika Serikat yang menyamar. Kamera tersembunyi sedang merekam seluruh percakapan mereka. Pada hari yang sama, le Roux ditangkap oleh polisi Liberia dan diekstradisi ke AS tidak lama kemudian.

Jaringan kriminal Paul le Roux

Paul le Roux lahir di Bulawayo, yang dulu bernama Rhodesia, dari orang tua kulit putih dan dibesarkan di Krugersdorp, Afrika Selatan. Pada saat penangkapannya, dia mungkin adalah gangster online paling aktif di dunia, dengan jaringan kriminalnya menjangkau separuh dunia.

Selama beberapa kali persidangan di pengadilan melawannya dan mantan rekannya, semakin banyak rincian kegiatan ilegalnya terungkap – masing-masing tidak terbayangkan sebelumnya.

Di jantung organisasi kriminalnya adalah jaringan farmasi online RX Limited, yang menghasilkan ratusan juta euro dalam pendapatan setiap tahun dari penjualan ilegal obat penghilang rasa sakit yang umumnya dijual dengan resep dokter. Sebenarnya obat ini tergolong obat keras yang perlu perizinan, namun tidak terlarang. Permintaan besar untuk obat penghilang rasa sakit selama krisis opioid di AS membuat le Roux jutawan pada pertengahan 2000-an.

Tetapi ia dengan cepat beralih ke bisnis yang lebih menguntungkan: Dari markas besarnya di Filipina, ia menyelundupkan metamfetamin keluar dari Korea Utara, mengirimkan berton-ton kokain ke Australia, membuat kesepakatan senjata dengan gangster dan politisi asal Indonesia, dan mencuci jutaan emasnya dari Ghana dan Republik Kongo (DRC). Ia memiliki banyak status warga negara di negeri tersebut dan bebas keluar masuk lintas negara karena memilki banyak bisnis yang legal juga.

Tentunya seiring dengan penyelidikan mendalam tentang Paul Le Roux, mungkin ada saja berita di masa depan yang menyangkut tokoh politik Indonesia maupun tokoh wirausaha Indonesia. Tentunya ada banyak orang yang terhubung dengan kejahatan internasional dari Paul Le Roux yang belum atau bahkan tidak akan pernah terungkap.


Sumber; DW, NYTIMES, theaustralian, bitcoin

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: