ga('set', 'userId', 'USER_ID'); // Set the user ID using signed-in user_id.

Mengenal sejarah etnis dan suku di Jerman klasik

Jerman merupakan negara yang sejak masa dahulu sudah terkenal kuat dan berkarakter terutama pada masa penjajahan dan ekspansi kerajaan Romawi yang berasal dari Italia. Sama seperti Indonesia, Jerman juga terdiri dari beragam kelompok suku, dan koneksi dan aliansi lain dari kelompok etnis dan suku yang menggunakan bahasa germanic.

Laporan dan catatan mengenai bangsa Jerman ini dimulai pada abad ke-2 SM dimulai dengan negara bagian dari Abad Pertengahan Awal, periode di mana suku atau kerajaan kesukuan memiliki dampak historis berakhir, dengan pengecualian Eropa utara, di mana Periode Vendel dari 550 AD ke 800 AD dan Viking Age berikutnya sampai 1050 AD adalah masih terlihat dalam konteks Jerman.

Teori perkiraan distribusi kelompok suku dialek Jerman di Eropa pada sekitar abad pertama atau masa Nabi Isa hidup.

Asosiasi dan kampung dari banyak orang dan kelompok masyarakat Jerman dalam sumber-sumber kuno tunduk pada ketidakpastian dan spekulasi, dan klasifikasi etnis dengan budaya umum atau aliansi sementara kelompok heterogen diperdebatkan. Bagi sebagian orang, tidak ada kepastian bahwa kelompok-kelompok ini menggunakan bahasa Jerman dalam arti linguistik yang lebih luas, atau dengan kata lain, bahwa mereka terdiri atas para penutur bahasa Jermanik.

Sebenarnya bangsa Jerman terbentuk dari pencampuran dari berbagai etnis di Eropa, Nama-nama kelompok yang dianggap kuno pun menjadi nama kota besar disana. Sehingga klasifikasi etnis di Jerman dilakukan berdasarkan penuturan bahasa dan asal kota mereka. Sampai akhir zaman kuno sebagai bahasa Jerman, yaitu, sebagai orang, kelompok, aliansi dan asosiasi dari Barbaricum timur Rhine dan di utara Danube, juga dikenal sebagai Germania, terutama yang datang selama Periode Migrasi.

Pos penjagaan sekaligus istana kepala suku JErman dimasa lalu. Pada abad kedua, banyak suku Jermanik yang tercatat aktif selama Kepangeranan mulai bersatu menjadi persatuan suku yang lebih besar, yang menghasilkan kaum Frank, Alemanni, Bavarii, dan Saxon.

Bisa disimpulkan bahwa suku bangsa Jermanik merupakan kelompok etno-linguistik bangsa-bangsa Indo-Eropa, berasal dari Eropa Utara dan dikenal dengan penggunaan bahasa Jermanik mereka yang keturunan dari Proto-Jermanik. Orang-orang Jermanik berhijrah luas ke seluruh Eropa, bercampur dengan penduduk lokal yang ada (seperti Kelt, Slavia, Wend, dan Romawi), membentuk dasar bagi apa yang ada sekarang di beberapa negara.

Pada akhirnya seiring dengan kebiasaan orang Roma yang membudayakan dan mengkristenkan masyarakat Jerman, pada abad kedelapan mereka telah membentuk kerajaan yang telah ada selama lebih dari tiga abad dan tidak lagi dianggap sebagai orang barbar.

Dengan sistem sosial dan budaya serta ekonomi yang menjadi teroganisir, orang Jerman pun mulai menguasai setengah dari daratan Eropa. Setelah hilangnya asal-usul etnis Jerman (dalam bentuk suku-suku mereka) di Abad Pertengahan, identitas budaya Eropa dibangun di atas gagasan yang berfungsi untuk menyatukan pandangan eksternal Eropa tentang dunia.

Didunia moderen, Jerman dan etnisitasnya justru terbagi menjadi beberapa negara besar di daratan Eropa. Faktor agama dan pemahaman nasionalisme kerajaan dan sistem pemerintahan berbasiskan agama nasional menjadi alasan berpisahnya setiap negara di sekeliling Jerman moderen tersebut. Sekitar 65% hingga 70% populasi adalah pengikut agama Kristen di Jerman. Orang etnis Jerman yang lain dengan kepercayaan mayoritas Gereja Katolik Roma memilih mendirikan kerajaan Austria dan lain sebagainya.

Pengaruh budaya Jerman dalam bahasa lain di Eropa memang tidak dapat dipungkiri lagi, yang menjadi pertanyaanya sekarang adalah apakah kamu mau mempelajari bahasanya? Kapan? Ayo belajar bersama di kursus bahasa Jerman dasar di www.fortuner.id


Sumber:

Wikipedia

DW

Artikel ini terakhir diupdate padaApril 21, 2018 @ 7:52 pm

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: