Kisah Prabawati Sukarta dubber Doraemon Shizuka

Siapa yang tidak kenal dengan Doraemon? Animasi Jepang ini merupakan salah satu karakter yang paling diingat dan disukai diseluruh dunia, apalagi Shizuka, Dialah anak perempuan berhati lembut dalam film kartun Doraemon, serial asal Jepang yang menjadi tontonan favorit semua kalangan sejak tahun 90 an hingga sekarang.

Kegemaran anak-anak terhadap sosok Shizuka tidak terlepas dari peran seorang penyiar RRI bernama Prabawati Sukarta. Prabawati berperan sebagai dubber (pengisi suara) Shizuka di film Doraemon.
Memang dubber Shizuka pernah mengalami tiga kali pergantian. Namun Prabawati menjadi dubber yang pertama, kemudian pada tahun 2006 diganti oleh Nurul Ulfah hingga tahun 2008. Setelah itu baru diganti oleh Jessy Milianty hingga saat ini.

Lama tak muncul, tiba-tiba mendengar kabar Prabawati telah meninggal dunia. Kabar duka itu disampaikan oleh putra keduanya, Ady Aiman melalui pesan WhatsApp. Prabawati Sukarta meninggal dunia di rumahnya Jl Akasia VIII BLOK C No 236 Perum Duren Jaya, Bekasi Timur, Senin (15/6/2020) malam.

“Berita duka….. inalillahi wa innailaihi rojiun…..telah meninggal dunia ibuku… Prabawati Sukarta binti Imam Suparjo jam 22.50 …Kami mohon maaf jika ada salah yang sengaja diperbuat. Kami mewakili keluarga memohon maaf sebesar-besarnya semoga almarhumah diterima disisi-nya,, Amien,” ucap Ady.
Prabawati meninggal dunia di usianya yang ke-64 tahun, karena menderifa gagal ginjal. Ia memiliki 5 orang anak, dan seorang suami yang sudah lebih dulu meninggal dunia pada bulan Agustus lalu.

Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam dari anak-anaknya yang kini sudah beranjak dewasa.

Selama 7 (tujuh) tahun mantan penyiar RRI itu harus berjuang melawan penyakit kronis yang dideritanya hingga membuatnya terbaring tidak berdaya di kasur rumah. Keluarganya tidak mampu berbuat banyak, apalagi Prabawati hanya hidup sederhana setelah tidak lagi bekerja di RRI Jakarta.

“Terima kasih bapak ibu… Mohon maaf atas segala kesalahan yang pernah diperbuat oleh almarhumah,” ujar Ady.

Ady mengenang ‘Shizuka RRI’ sebagai seorang ibu yang berjiwa dermawan, dan selalu memberikan contoh kepada anak-anak maupun rekan-rekan kerja di lingkungan RRI. Putra kedua dari almarhumah itu mengaku sedih harus berpisah selamanya dengan orang yang paling disayanginya.

“Yang pasti banyak (kenangan) sama almarhumah ibu. Ia seorang fighter sejati, selalu memberikan contoh kepada anak dan dermawan juga, bahkan menjelang kepergiannya ibu mengajarkan Jumat Berbagi kepada anak-anaknya,” kenang Ady.

Gemar Dubber
Semasa hidupnya selain bekerja sebagai penyiar RRI, Prabawati juga gemar mengisi suara di beberapa film kolosal, dan kartun. Yang paling populer adalah kartun Doraemon, salah satu anime yang sukses di dunia yang dikarang oleh Fujiko F. Fujio seorang mangaka yang telah menciptakan berbagai serial terkenal asal Jepang.

Kemunculan film Doraemon di salah satu stasiun TV swasta Indonesia mampu menyedot banyak perhatian dari anak-anak berbagai generasi. Tidak menutup kemungkinan, anak-anak yang dulu senang bahkan dengan sabar menantikan film Doraemon, kini sudah dewasa bahkan berkeluarga.

Kartun ini menceritakan robot kucing bernama Doraemon yang berasal dari abad ke-22 yang kembali ke masa lalu di abad ke-20 menggunakan mesin waktu untuk menolong Nobita. Versi manganya pertama kali diterbitkan pada bulan Desember 1969, sementara versi animenya pertama kali disiarkan pada April 1973.

Dubber Shizuka pertama adalah sosok Prabawati Sukarta. Shizuka dalam kartun Doraemon merupakan sosok yang cantik, pintar, dan berbakat dalam bermusik. Shizuka menjadi cewek satu-satunya yang kerap ada diantara Doraemon, Nobita, Giant, dan Suneo. Shizuka sendiri adalah cinta pertama Nobita.

Shizuka sangat dekat dengan Dekisugi karena kedekatan intelektual yang dimilikinya. Hobinya adalah berendam di air hangat dan bermain biola, suara yang dihasilkan seperti suara Gian saat bernyanyi. Ia juga sering mengambil les piano, meskipun hal ini sangat tidak disukainya.

Setiap kali Nobita dikerjai oleh Gian dan Suneo, Shizuka selalu membelanya. Shizuka bercita-cita menjadi seorang pramugari. Karena adanya intervensi dari Doraemon, di masa mendatang Shizuka akan menikah dengan Nobita.

Terimakasih dan selamat jalan bu Prabawati Sukarta, mata ao!


Sumber: RRI.co.id

%d blogger menyukai ini: