Alasan Kenapa Orang filipina Miskin? Apa Ciri Dan Penyebabnya?

0
12
fortuner.id filipina miskin
fortuner.id filipina miskin

1) Orang Filipina adalah ras yang tidak terlalu memikirkan masa depan dan cenderung menghabiskan lebih banyak uang dari yang seharusnya.

Ada lelucon seperti ini : jika seorang di Filipina memiliki 100 peso, ia akan menghabiskan 125 peso. Ia mendapatkan 25 pesonya dari meminjam uang orang lain. Gimana kami gak miskin?

Tidak heran mal besar mendapat banyak keuntungan di sini. Kami tidak bisa berhenti berbelanja!

2) Orang Filipina tidak mengerti tanggung jawab finansial.

Menabung adalah sebuah tantangan. Sebagian besar staf saya bahkan tidak memiliki rekening bank karena mereka tidak pernah punya uang sebesar syarat saldo minimum di rekening. Dan jika mereka memiliki uang di bank, mereka segera menghabiskannya dengan membayar tagihan, hutang, dan kebutuhan sehari-hari mereka. Gimana kami gak miskin?

3) Banyak orang Filipina tidak bekerja.

Selalu ada satuorang pencari nafkah di setiap keluarga, dan setiap orang secara finansial bergantung pada orang tersebut. Tidak jarang seorang ibu bekerja untuk menghidupi suaminya yang tidak berguna, membiayai pendidikan anak-anaknya yang lebih muda dan keluarga anak-anaknya yang lebih tua. Saya menyebutnya beasts of burdens (hewan yang biasa mengangkut barang dalam jumlah banyak seperti keledai, unta, dan kerbau). Tidak heran, kerbau adalah hewan nasional kami. Gimana kami gak miskin?

4) Banyak orang Filipina tidak berpendidikan. Orang tua di sini tidak peduli dengan pendidikan anak-anak mereka. Pendidikan bukanlah sebuah prioritas.

Sebagian besar bahkan tidak menyelesaikan sekolah menengah karena “kesulitan finansial” meskipun sekolah negeri gratis. Jika mereka tidak berpendidikan, bagaimana mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang baik? Gimana kami gak miskin?

Masalah lain adalah ada terlalu banyak anak. Walaupun bersekolah itu gratis, mereka masih membutuhkan uang untuk perintilan sekolah (misal: prakarya, bekal, dll). Jika suatu keluarga berpenghasilan kurang dari 200 peso sehari (sekitar 55000 rupiah) dan memiliki 7 anak, tidak akan mampu membiayai perintilan.

Jadi anak-anak yang lebih pintar dalam keluarga akan meneruskan pendidikan. Yang tidak pintar berhenti sekolah untuk memberi kesempatan bagi anak-anak yang lebih pintar. Kemudian semua anggota menaruh harapan mereka pada anak yang lebih pintar karena benar-benar tidak ada cukup uang untuk menyekolahkan seluruh 7 anak. Menjadi prioritas atau bukan, kesulitan keuangan membuat mereka untuk berhenti sekolah.

5) Banyak orang Filipina memiliki anak di usia muda.

Kehamilan remaja sangatlah umum. Semakin miskin suatu masyarakat, semakin banyak anak yang mereka miliki. Hanya sedikit yang menerapkan keluarga berencana. Sangat umum bagi seorang nelayan miskin untuk memiliki 9 anak !!! Lihat film dokumenter di sini The Philippines’ Baby Factory untuk melihat seberapa buruknya itu.

Dengan banyaknya anak yang harus diberi makan, gimana kami tidak miskin?

7) Orang Filipina yang memiliki pekerjaan menjadi korban kerabat mereka yang terus menerus meminta uang.

Ini sangat umum dengan pekerja kami di luar negeri. Bahkan setelah bekerja keras di negara asing, tenaga kerja Filipina masih harus menghidupi semua keluarga mereka di rumah. Kotak kiriman barang dari luar negeri cukup mahal untuk diisi dan dikirim. Gimana kami gak miskin?

8) Pemerintahannya sangat korup.

Politisi merampok bawahan mereka. Itu sebabnya, disini tidak ada yang terselesaikan.

Kontraktor mendapatkan proyek mereka melalui suap dan korupsi. Kualitas pekerjaannya jelek dan jelas bahwa dana yang dialokasikan tidak sepenuhnya digunakan pada proyek. Kontraktor sengaja tidak melakukan pekerjaan dengan baik sehingga diberikan proyek lain untuk memperbaiki lubang. Ini adalah siklus yang buruk. Gimana kami gak miskin?

9) Orang Filipina suka mengeluh tetapi tidak mau berubah.

Ada cerita tentang penghuni permukiman kumuh yang mengeluhkan tetangganya yang membuang sampah di sekitar rumah mereka. Namun, ketika ditanya di mana mereka membuang sampah, mereka mengakui bahwa mereka juga membuangnya di sana!

Kami tidak punya kepedulian terhadap lingkungan. Kami merasa itu bukan urusan kami untuk membersihkannya. Namun kita mengeluh tentang orang lain yang juga mengacaukan negara kita. Gimana kami gak miskin?

10) Meskipun mengetahui apa masalahnya, orang Filipina tidak terlalu peduli untuk melakukan perubahan. Di Filipina, orang-orang biasa berkata bahala na.

Kami sudah terbiasa dengan status quo, sehingga kami merasa kualitas hidup ini normal. Bagi kami, ini adalah que sera sera. Apa yang akan terjadi, terjadilah.

Dengan sikap seperti ini, gimana kami gak miskin?

Ada banyak alasan mengapa kita miskin. Pemerintah kita korup. Infrastruktur kami buruk. Orang-orang kami malas. Dan anak-anak kita akan mewarisi masalah kita. Ini adalah budaya, dan beginilah negara kami dijalankan.

Orang Filipina akan menjadi miskin untuk waktu yang lama. Masalahnya sudah terlalu mendarah daging dalam masyarakat untuk memajukan seluruh negeri. Tidak ada pemimpin kuat yang baik untuk memimpin.

Konon, ada banyak warga Filipina yang berhasil memutus siklus jelek ini. Banyak orang Filipina yang dihormati dan dikagumi di sini dan di luar negeri. Tetapi mereka masih tetap minoritas. Sebagian besar orang Filipina masih miskin. Seperti itulah realitanya.

SOURCE: TINA KOE