Kenapa Bahasa Indonesia Bukan Bahasa Melayu Jadi Bahasa Nasional Negara Indonesia?

0
10

Itu bukan bahasa “asing” bagi kami. Pertama, bahasa Melayu asli adalah bahasa suku suku Melayu Riau, sebuah provinsi di Pulau Sumatra Indonesia. Orang-orang Melayu dari Riau terkait dengan suku-suku Melayu di Malaysia, bahasa mereka hampir sama. Suku Melayu Riau adalah minoritas di Indonesia.

 

Namun, pada abad ke-19, versi bahasa Melayu, yang disebut “Bahasa Melayu Pasaran” (orang Barat menyebutnya Bazaar Melayu) telah menjadi dipahami secara luas di seluruh kepulauan Indonesia, karena bahasa itu (setelah bercampur dengan Jawa, Cina, Belanda, Portugis) , Kata pinjaman Arab dan India) adalah bahasa perdagangan de-facto yang menghubungkan semua suku yang berbeda dari banyak pulau di Indonesia. Misalnya, seorang pedagang Cina dari Surabaya Jawa Timur dapat berkomunikasi dengan pedagang Arab dari Palembang Sumatera Selatan menggunakan Bahasa Melayu Pasaran. Komunikasi tidak mungkin terjadi jika Cina menggunakan Hokkien (bahasa sukunya) dan Arab menggunakan Yaman (bahasa sukunya). Pedagang Batak dari Medan dapat berkomunikasi dengan penjual batik Jawa dari Yogyakarta menggunakan Bahasa Melayu Pasaran. Komunikasi akan sangat sulit jika lelaki Batak menggunakan bahasa Karo-nya dan lelaki batik Jawa itu menggunakan dialek Yojo, karena kedua bahasa tersebut sama sekali berbeda satu sama lain. membuatnya tidak mungkin untuk komunikasi antar suku.

 

Kemudian, dengan penyatuan berbagai kerajaan, kesultanan dan pulau-pulau di Indonesia di bawah pemerintah Belanda (Indonesia dijadikan koloni Belanda resmi yang disebut Nederland Oost Indie / Hindia Belanda), Belanda sendiri menggunakan Bahasa Melayu Pasaran sebagai bahasa pilihan untuk komunikasi formal di Hindia Belanda, karena mereka menemukan bahwa bahasa ini sudah merupakan bahasa yang diterima di seluruh koloni mereka.