ga('set', 'userId', 'USER_ID'); // Set the user ID using signed-in user_id.

Johan van Oldenbarnevelt, mengenal pendiri Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC)

Kamu pasti sering sekali mendengar nama Google, Alibaba, Aramco, Softbank dan bahkan Pertamina sebagai Juara dunia barisan perusahaan terkaya diera modern. Namun, bisa tidak kamu bayangkan kalau mereka semua itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan perusahaan dagang pertama didunia dan sekaligus megacorporation terbsesar yang pernah dicatat oleh sejarah manusia yaitu VOC?

Indonesia merupakan bangsa yang luas, bangsa Asia TERKAYA dan terbesar yang pernah membuat Belanda terbebas dari kemiskinan dan penjajahan Spanyol dan bully dari Inggris. Nasib bangsa ini juga terpengaruh oleh Belanda yang hukumnya masih kita gunakan hingga saat ini. Tapi kok bisa BUMN belanda itu bisa melampaui semua kekayaan perusahaan modern yah? tentu karena semangat pendirinya! Jadi ada baiknya kita mengenal siapa pendiri VOC tersebut.

Piring hias ini merupakan hasil karya pengrajin keramik di Jepang yang dibranding ulang oleh VOC untuk dijual di Eropa. VOC merupakan mitra dagang utama kalangan sdaimyo Jepang dari abad ke 16-17. Secara tidak langsung juga mengekspor produk Indonesia ke Jepang.

SIAPA SIH Johan van Oldenbarnevelt?

Perusahaan swasta VOC merupkan badan usaha setengah BUMN Belanda yang dimasa jayanya sanggup mengoperasikan lebih dari 40 kapal perang besar berpeluru meriam dan memiliki lebih dari 100.000 prajurit bayaran. VOC juga mempekerjakan puluhan ribu karyawan swasta berbagai suku-bangsa untuk memantau kerajaan rempah-rempahnya yang nun jauh di Indonesia, Afrika hingga Amerika latin Suriname hingga pertengahan abad ke-18 sebelum perusahaan itu dengan “sengaja” dibubarkan oleh pemerintah Belanda dan wilayah-wilayahnya kemudian diserap ke dalam Kerajaan Belanda.

Setelah pembunuhan William of Orange (William the Silent), ada ketakutan bahwa negara Belanda itu akan berantakan. Pak Johan Van Oldenbarnevelt berhasil menjaga republik Belanda awal dan menyatukan daerah-daerah yang membentuk Republik yang saling bermusuhan satu sama lain. Van Oldenbarnevelt berhasil membangun ekonomi dan mempertahankan kemerdekaan mereka, sambil tetap memupuk solidaritas yang cukup.”

Johan van Oldenbarnevelt bisa dibilang negarawan Belanda terpintar dan terbesar karena ia serba bisa. Ia merupakan penemu tanah Polder yaitu tanah urukan dengan menggunakan pompa kincir angin yang menjadi ciri khas belanda, ia juga membuat hukum kebebasan beragama dan berpendapat yang kemudian menjadi dasar Hak Asasi manusia. Ia juga membentu VOC, dan Bursa saham. Ia merupakan salah satu bapak pendiri orang Belanda yang membantu membebaskan Belanda dari pemerintahan Spanyol. Ia merupakan Advokat Tanah Belanda yang diangkat publik belanda karena ia punya banyak uang dan karyawan. Ia juga menjadi tokoh masyarakat Belanda yang paling kuat dari Provinsi-provinsi Bersatu ketika tidak ada Stadtholder di Belanda (karena dua pertiga dari pendapatan pajak republik berasal dari negara Belanda).

Polder merupakan istilah Belanda tentang tanah urukan hasil reklamasi dari laut atau badan air lainnya dan dilindungi oleh tanggul dan pompa air kincir angin.

Tetapi selama 400 tahun keberadaan buku harian yang mencatat bulan-bulan terakhir sebelum kematiannya hilang begitu saja menjadi misteri. Prosa – yang ditulis dalam periode delapan bulan antara 1618 dan 1619 – terakhir terlihat pada tahun 1825 ketika seorang pendeta Kristen, Rev Adrian Stolker, mempelajari naskah itu dan membuat salinannya dengan tangan untuk diterbitkan untuk penyebaran yang lebih luas.

Tetapi buku asli yang diikat dengan kulit, yang ditulis oleh ajudan tua Pak Johan Van Oldenbarnevelt, yaitu Pak Jan Francken, merinci penolakan harian tuannya untuk menerima bahwa ia ditakdirkan untuk dieksekusi. Namun, buku diari pribadi itu sempat menghilang begitu saja disembunyikan oleh keturunannya dan baru diketemukan setelah keluarga belanda tersebut sedang membersihkan rumah disekitar akhir tahun 2018-2019, dan terungkap ke publik pada ulang tahun ke-400 eksekusinya.

East Indiaman Amsterdam, sebuah replika kapal dagang Belanda VOC, berlabuh di Scheepvaartmuseum (Dutch Maritime Museum).
East Indiaman Amsterdam, sebuah replika kapal dagang Belanda VOC, berlabuh di Scheepvaartmuseum (Dutch Maritime Museum).

Sejarah perjuangan Johan van Oldenbarnevelt

Johan van Oldenbarnevelt yang merupakan pendiri “start up” VOC, terlahir dari keluarga Belanda pada tanggal 14 September 1547 yang kemudian berjuang keras demi negerinya. Pak Johan pada awalnya memiliki visi sederhana, ia ingin orang negeri Belanda bisa merdeka berkecukupan dan mandiri dari penjajahan bangsa sekelilingnya. Ia sadar Bahwa Belanda itu tanahnya sempit dan tidak subur karena sering banjir laut. Ia yakin bahwa dengan mencontoh orang Spanyol, bangsa Belanda bisa berdagang ke negeri jauh dan memperoleh uang untuk perjuangan dan kemandirian. Ia merupakan seorang negarawan Belanda yang memainkan peran penting dalam perjuangan Belanda untuk kemerdekaan dari Spanyol.

Pak Johan Van Oldenbarnevelt lahir di Amersfoort. Ia belajar hukum di Leuven, Bourges, Heidelberg dan Padua, dan melakukan perjalanan di Prancis dan Italia sebelum menetap di Den Haag Belanda. Dia merupakan seorang nasionalis pendukung William the Silent dalam pemberontakan ala Robin hood-nya melawan Spanyol, dan bertempur dalam pasukan William. Dalam tahun-tahun terakhirnya, ia adalah pendukung kelompok militan Arminian, dalam kontroversi agama-politik yang memecah-belah Republik Belanda yang masih muda.

Setelah eksekusi, untuk menghindari publik Belanda yang marah saat itu, tubuhnya disembunyikan dan tidak pernah ditemukan, tetapi dikabarkan bahwa tulang belulangnya masih di salah-satu ruang bawah tanah gedung Binnenhof Belanda yang masih ada hingga kini. Ini adalah ilustrasi pahit tentang kurangnya minatnya publik Belanda dalam menghargai pendiri bangsanya sendiri. Pak Johan merupakan seseorang politisi besar yang memainkan peran penting dalam sejarah manusia, bukan hanya orang Belanda.
Setelah eksekusi, untuk menghindari publik Belanda yang marah saat itu, tubuhnya disembunyikan dan tidak pernah ditemukan, tetapi dikabarkan bahwa tulang belulangnya masih di salah-satu ruang bawah tanah gedung Binnenhof Belanda yang masih ada hingga kini. Ini adalah ilustrasi pahit tentang kurangnya minatnya publik Belanda dalam menghargai pendiri bangsanya sendiri. Pak Johan merupakan seseorang politisi besar yang memainkan peran penting dalam sejarah manusia, bukan hanya orang Belanda.

Sejarah Awal Pendirian VOC

Pada 1598, Pak Johan Van Oldenbarnevelt memberanikan dir mengambil bagian dalam misi diplomatik khusus kepada Raja Henry IV dari Perancis dan Ratu Elizabeth I dari Inggris, dan sekali lagi pada tahun 1605 dalam misi khusus yang dikirim untuk memberi selamat kepada Raja James I dari Inggris atas penobatannya sebagai Raja Inggris yang baru. Di masa itu, jika seseorang ingin mengucapkan selamat pada penguasa negeri yang kuat seperti Inggris, tentunya harus membawa “Oleh-oleh” atau membawa upeti tanpa penghargaan itu. Umumnya, sebagai balasnya, sang Raja mungkin akan memberikan perhatian khusus bagi sipemberi hadiah tersebut, entah berupa subsidi maupun hak dagang dan perlindungan lainnya.

Pak Johan Van Oldenbarnevelt kemudian memprakarsai dan berinisiatif untuk mendirikan Perusahaan Hindia Belanda (VOC) yang sebenarnya dimaksudkan beroperasi seperti kumpulan koperasi BUMN tunggal. Ia kemudian berkeliling dan meyakinkan serta menyatukan setengah lusin perusahaan yang sebelumnya bersaing operasional dagang hingga ke negeri Asia Timur Jauh (yang pertama dari tahun 1595). Usahanya tersebut kemudian resmi menjadi satu di tahun 1602.

Perusahaan VOC ini seperti sejarah yang kita ketahui, berdagang selama dua abad lebih. Pada 1612 VOC mengembangkan model untuk korporasi yang menggunakan kepemilikan saham gabungan oleh pemegang saham, yang hanya bisa mendapatkan investasi mereka kembali dengan menjual sahamnya di pasar saham seperti perdagangan pasar komoditas lainnya. Ide memperdagangkan saham juga merupakan inisiatif dari Pak Johan Oldenbarnevelt. Prinsip dasar pasar modal saham model ini akhirnya diadopsi di seluruh dunia hngga saat ini.

Bagaimana mungkin duo sahabat Bapak bangsa Belanda Johan van Oldenbarnevelt dan Pangeran Maurice (Maurits), hancur karena perebutan kekuasaan dan UANG? Bahkan dijaman kuno pun, pasal penistaan agama bisa digunakan politisi untuk menghukum mati saingan politik.

Perlawanan politik dengan kekuatan UANG!

Cerita sejarah orang Belanda yang sukses membeli kemerdekaannya memang sangat fenomenal di Eropa dan menjadi sejarah Belanda yang paling menonjol. Sebagai pemimpin delegasi kamar dagang Belanda, Oldenbarnevelt juga mendominasi diplomasi luar negeri Belanda. Dia memimpin negosiasi dengan Raja Mahkota Spanyol yang mengarah ke Dua Belas Tahun Gencatan senjata pada 1609.

Namun, kehancuran karirnya pun terjadi ketika dia yang merupakan tokoh pelajar akademis dan pebisnis berani berselisih dengan putra bangsawan William, Maurice dari Nassau, karena penyerangan ekspedisi militer ke Flanders yang hampir berakhir dengan bencana kalah total. Dia kemudian berselisih dengan pangeran muda itu karena pandangan berbeda dalam mempelajari ilmu agama Kristen.

Ukiran tembaga dari peristiwa eksekusi mati Johan Van Oldenbarnevelt. Pak Johan sangat berpengaruh pada masa itu karena ia memiliki banyak Uang yang sanggup membebaskan rakyat Belanda dari pengangguran dan bencana kelaparan. Ia juga
Ukiran tembaga dari peristiwa eksekusi mati Johan Van Oldenbarnevelt. Pak Johan sangat berpengaruh pada masa itu karena ia memiliki banyak Uang yang sanggup membebaskan rakyat Belanda dari pengangguran dan bencana kelaparan. Ia juga “membeli” kemerdekaan Belanda bukan untuk kekayaan keluarganya sendiri.

Johan Van Oldenbarnevelt, kemudian ditangkap karena pengkhianatan dan hukum penistaan agama kristen. Pak Johan pernah mengatakan didepan publik kalau nasib suatu bangsa dan nasib manusia itu ditentukan oleh tangan dan usaha manusia itu sendiri. Ia meyakini bahwa Tuhan tidak pernah memaksakan Takdir pada manusia. Pandangan ini menyinggung perasaan pangeran Maurice, teman karibnya sekaligus merupakan pemimpin angkatan perang. Pada saat itu orang Belanda dan publik Eropa pada umumnya masih memiliki paham fanatisme agama. Pak Johan kemudian dihukum mati karena ia “melanggar perdamaian Gereja dan Negara”, dipenjara pada usia 72 tahun di sebuah kamar kecil di Binnenhof, rumah parlemen Belanda dan perdana menteri yang bangunannya masih ada hingga kini.

Delapan bulan kemudian, pada 13 Mei 1619, ia akhirnya mati ditebas pedang eksekusi oleh  bamgsawan pemerintah penjajah Spanyol. Tetapi sampai saat itu, asisten pribadinya Pak Francken diberi kebebasan untuk masuk dan keluar dari kamar tuannya, menyelundupkan dengan pena dan kertas, dan menulis surat curahan hatinya untuk anak cucunya.

Museum Flehite masih menyimpan buku harian tersebut lengkap dengan pedang yang digunakan untuk eksekusi Van Oldenbarnevelt.

Di dalam buku harian yang hilang dari Johan van Oldenbarnevelt. Foto: Ralf Silvius / Museum Flehite. Buku diari ini ditemukan dari perpustakaan keluarga yang dibersihkan tahun lalu dan pemiliknya mengenalinya sebagai sesuatu yang menarik dan membawanya dalam sebuah kotak besar ke penangan buku antik.
Di dalam buku harian yang hilang dari Johan van Oldenbarnevelt. Foto: Ralf Silvius / Museum Flehite. Buku diari ini ditemukan dari perpustakaan keluarga yang dibersihkan tahun lalu dan pemiliknya mengenalinya sebagai sesuatu yang menarik dan membawanya dalam sebuah kotak besar ke penangan buku antik.

Kenapa saat ini sulit sekali perusahaan dunia bisa menandingi VOC?

Setiap perusahaan kelas dunia memiliki 3 rumus sukses yaitu, pengelolaan sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya investor dan pengetahuan sumber daya usaha. Banyak perusahaan startup Idnonesia yang berusia baru belasan tahun sudah bisa menandingi perusahaan BUMN indonesia. Kenapa? Karena MERITOKRASI, yaitu mereka hanya menerima orang yang otaknya siap saja, bukan karena KKN!

Saat ini memang banyak negara memiliki undang-undang persaingan (juga dikenal sebagai undang-undang antimonopoli) untuk mencegah perusahaan-perusahaan saat ini yang memiliki karakteristik perusahaan-besar untuk memonopoli pasar. Namun ya sayangnya sering kita lihat sendiri di Indonesia masih banyak perusahaan monopoli yang pemiliknya tetap itu-itu saja keluarga orangnya.

Di sisi lain, beberapa negara melindungi industri tertentu yang dianggap penting dengan mengamanatkan bahwa hanya satu perusahaan, biasanya milik negara, yang dapat beroperasi di dalamnya. Contoh yang terakhir adalah Arab Saudi, yang memperoleh sebagian besar pendapatan pemerintah melalui mega-korporasi Saudi Aramco.

————

Sumber:

volkskrant.nl/mensen/we-staan-dichter-bij-oldenbarnevelt-dan-we-denken~bf0ddabf/

Theguardian.com/world/2019/may/14/dutch-statesman-johan-van-oldenbarnevelt-diary-discovered-200-years-after-it-was-lost

eenvandaag.avrotros.nl/item/waarom-iedere-nederlander-johan-van-oldenbarnevelt-moet-kennen/

museumflehite.nl

Artikel ini terakhir diupdate padaFebruari 23, 2020 @ 12:46 pm

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: