ga('set', 'userId', 'USER_ID'); // Set the user ID using signed-in user_id.

Jepang banyak mengalami kebangkrutan di 2019

Masa resesi ekonomi global tidak hanya memengaruhi Indonesia saja. Menurut berita yang kami kutip dari KYODO news Jepang jumlah kebangkrutan perusahaan di Jepang meningkat pada 2019 untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, dipengaruhi oleh kenaikan pajak konsumsi, kekurangan tenaga kerja dan serangkaian bencana alam, kata sebuah badan riset kredit, Selasa 13 Januari 2020.

Kegagalan bisnis dengan utang sedikitnya 10 juta yen naik 1,8 persen dari tahun sebelumnya menjadi 8.383, kenaikan pertama sejak krisis keuangan global 2008, Tokyo Shoko Research mengatakan. Sekitar 90 persen perusahaan yang bangkrut adalah perusahaan kecil dengan kurang dari 10 karyawan.

Total kewajiban yang ditinggalkan oleh perusahaan yang bangkrut, turun 4,2 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1,42 triliun yen, level terendah dalam 30 tahun, karena mayoritas kebangkrutan melibatkan utang kurang dari 100 juta yen, katanya.

Di antara 10 sektor, pertanian, kehutanan, perikanan dan pertambangan mengalami peningkatan terbesar dari 34,37 persen menjadi 86 kasus kebangkrutan, diikuti oleh ritel dengan kenaikan 8,65 persen menjadi 1.230 dan transportasi naik 6,72 persen pada 254.

Kenaikan pajak konsumsi 1 Oktober menjadi 10 persen dari 8 persen melambatkan belanja konsumen, dengan penjualan ritel pada Oktober turun 7,1 persen, penurunan tajam satu tahun dalam empat tahun.

Kekurangan tenaga kerja di tengah populasi yang mulai menua di Jepang menghasilkan 426 kegagalan perusahaan, jumlah tertinggi sejak lembaga riset kredit mulai mengumpulkan data yang relevan pada 2013 dan naik dari 387 pada 2018.

“Perusahaan menengah dan kecil berada dalam situasi yang sulit” karena krisis tenaga kerja telah meningkatkan biaya personel dan menekan margin keuntungan mereka, kata seorang pejabat agensi.

Di lain sisi, akibat dari Topan Faxai mendarat di Jepang timur pada bulan September, juga menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran di Prefektur Chiba, dekat Tokyo. Pada bulan Oktober, Topan Hagibis menghantam daerah yang luas di Jepang, memicu banjir dan mengganggu pengiriman suku cadang permesinan made in Jepang keseluruh dunia.


Sumber: KYODO news

Artikel ini terakhir diupdate padaJanuari 15, 2020 @ 5:50 am

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: