ga('set', 'userId', 'USER_ID'); // Set the user ID using signed-in user_id.

Ikan Hiu Pari Terancam Punah di Dunia, Kenapa ?

 Jenis ikan hiu pari akan segera punah jika perburuan sirip hiu secara ilegal tidak dapat dikendalikan. Harga satuan sirip hiu yang terbilang fantastis (sekitar Rp 17 juta) juga membuat ikan ini semakin diburu.

Melalui pertemuan Geneva for The Convention on Interntional Trade in Endagered Species of Wild Fauna and Flora, pemimpin dunia didorong untuk melindungi 18 jenis hiu dan pari yang termasuk dalam daftar terancam punah, di mana 16 di antaranya merupakan keluarga hiu pari.

Pertemuan ini merupakan kesempatan terakhir kami untuk menginisiasi momentum global yang diperlukan untuk menyelamatkan hiu dan pari sebelum punah,” ucap Luke Warwick, Direktur Konservasi Hiu dan Pari di Wildlife Conservation Society.

Menurut Luke, dukungan dari para pemimpin dunia dapat membantu mereka dalam mengontrol tindakan perdagangan sirip hiu secara global. Maka dari itu, para pemimpin dunia yang menghadiri acara didorong untuk mengambil tindakan tegas atas permasalahan tersebut.

Hasilnya lebih dari 60 pemerintah dunia dan komunitas konservasi hiu mendukung rencana kebijakan yang ditawarkan.

Daging mereka biasanya disantap atau dijual secara lokal bersamaan dengan hiu, pari, dan ikan lainnya, yang menjadi bagian penting dari mata pencaharian masyarakat pesisir untuk ketahanan pangan negara-negara tropis. Sirip ikan hiu diperdagangkan secara internasional untuk memenuhi permintaan sup sirip ikan hiu,” jelas Peter Kyne, peneliti dari Charles Darwin University dikutip dari The Conversation.

Sekitar 31 persen spesies hiu dan pari kini makin terancam punah. Sekitar 100 juta hiu terbunuh setiap tahunnya, untuk mencukupi permintaan pasar akan sirip, daging dan minyak hati sehingga mendorong penurunan populasi mereka di seluruh dunia. Tidak hanya itu, jumlah konservasi hiu dan pari pun masih tergolong minim di dunia.

Menyelamatkan populasi hiu pari akan membutuhkan banyak rangkaian, termasuk perlindungan spesies nasional, pengelolaan habitat, pengurangan bycatch (hewan-hewan yang tidak sengaja terjerat tangkapan sampingan) dan pembatasan perdagangan internasional.

“Jika kita tidak bertindak sekarang, kita akan kehilangan hewan-hewan ini karena mereka memiliki peran yang unik dalam keberlanjutan hidup ekosistem laut,” tambah Warwick.

INDEPENDENT | CAECILIA EERSTA


 

Artikel ini terakhir diupdate padaAgustus 31, 2019 @ 7:17 pm

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: