ga('set', 'userId', 'USER_ID'); // Set the user ID using signed-in user_id.

Ikan Hasil Nelayan Pribumi Maluku Akan Siap Dikirim Ke Astralia Langsung

Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan penerbangan perintis untuk membantu kegiatan ekspor produk perikanan atau ikan dari Maluku menuju Darwin, Australia. Rencana pembukaan penerbangan perintis ini merupakan hasil kesepakatan Indonesia dan Australia yang telah resmi meningkatkan hubungan bilateral dalam kerangka Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IA-CEPA.

“Nanti bisa dikirim langsung menggunakan pesawat perintis,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya saat ditemui usai mengantar Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 1 September 2018. Pesawat ini bisa disediakan khusus oleh pemerintah atau maskapai lokal.

Peningkatan hubungan bilateral ini disepakati saat kunjungan perdana Scott Morrison ke Istana Kepresidenan Bogor, pada Jumat, 31 Agustus 2018. “Kami menyambut baik peningkatan hubungan dari comprehensive partnership menjadi comprehensive strategic partnership,” ujar Presiden Joko Widodo dalam keterangannya, Jumat, 31 Agustus 2018.

Dikutip dari laman resmi pemerintah Australia, ada lima pilar utama yang disepakati dalam kerja sama ini. Kelimanya yaitu peningkatan kerja sama pembangunan dan ekonomi, peningkatan hubungan masyarakat kedua negara, kerja sama dalam aspek keamanan, kerja sama sektor maritim, dan peningkatan stabilitas dan kesejahteraan di kawasan Indo Pasifik.

Di Maluku, saat ini ada beberapa titik yang menjadi sentra produksi ikan seperti di daerah Saumlaki atau Tual. Penerbangan langsung ini dibutuhkan lantaran selama ini ikan dibawa terlebih dahulu ke Surabaya, Jawa Timur sebelum ke Darwin. Walhasil, tingkat kesegaran ikan pun semakin berkurang akibat lamanya proses distribusi

Untuk mencapai misi ini, sejak Mei 2017, Kementerian Perhubungan pun telah mendorong agar swasta ikut serta mengelola Pelabuhan Tual bersama Pemerintah. Pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Tual akan lebih maksimal, menurut Budi, jika swasta terlibat karena pembangunan dan pengembangannya tidak akan bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Duta Besar Indonesia untuk Australia, Kristiarto S. Legowo, belum mengetahui pasti berapa potensi pasar yang masih bisa diraup oleh produk perikanan  atau ikan asal Indonesia. Namun yang jelas, Indonesia dan Australia telah sepakat untuk semakin membuat jalur transportasi di kedua negara, termasuk di sektor maritim. “Bukan hanya kemanfaatan untuk kedua negara, tapi juga untuk kedua kawasan,” ujarnya.

source: tempo


Artikel ini terakhir diupdate padaSeptember 2, 2018 @ 2:27 pm

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: