Dorama Jepang Kalah Dengan Drama Korea di Indonesia Bahkan Dunia, Kenapa Ya?

source: Hotel deluna scen IU

FILM Korea Emang Keren dan lebih bagus daripada film Jepang, Bahkan fIlm korea PARASIT menjadi Film Tebaik 2019 mengalahkan ketenaran dan kehebatan Film barat,Eropa dan negara Asian lain. Kenapa DRAKOR atau disebut Drama Korea Bisa Laku di Indonesia dan dunia?

Padahal dari segi cerita kalah Jauh dengan Dorama Jepang yang cendrung Mengajak Kita Berfikir, detail dan penuh drama yang sesuai dengan kehidupan orang Jepan 90 persen

Berikut Pernjelasan dan Alasanya:

  1. Dorama Jepang setahu saya paling banyak 10 episode, sedangkan drakor bisa 16–20 episode kecuali drama makjang keluarga di korsel bisa ratusan episodenya.

  2. Dorama Jepang mengalami kemunduran cerita, mungkin sekitar 2002, saya sempat menonton di Indosiar yang cerita asli meteor garden. Boys Over Flower jika tidak salah. Itu tenggelam juga setelah drakor masuk. Barangkali karena banyak adegan cute-cute dan style pakaian harajuku yang sudah tidak relevan.

  3. Industri drakor didukung puluhan iklan, dan dipromosikan besar-besaran. Belum lagi sampai ada jumpa pers, pembacaan naskah, trailer youtube. Coba cari dorama Jepang, mana ada di youtube, sedikit ekposure media.

  4. Pilihan aktor dan aktris di drakor banyak sekali dan cantik serta tampan. Sedangkan pemain dorama ya itu lagi itu lagi, kalau di Indonesia ya semacam Reza Rahardian, sampai hapal betul mukanya meski diubah-ubah.

  5. Dulunya formula drakor itu banyak digemari karena bisa dibilang tipikal kesukaan masyarakat Asia, si kaya jatuh cinta dengan si miskin, reinkarnasi, time travel dll. Sedangkan dorama Jepang banyak slice of life, malah mendekati realistis. Bukan tipe masyarakat kita dahulu yang suka nonton berat-berat.

  6. Pengambilan dorama Jepang tidak ada peningkatan di pertengahan 2010 an, lalu tiba-tiba drakor yang bagus pengambilan gambarnya juga syuting di tempat bagus seperti pantai, rumah tepi danau, kerajaan mampu melahap dorama Jepang yang kualitas gambarnya saya bilang meh.

  7. Sejujurnya saya juga mulai melihat dorama kembali semenjak netflix Jepang nongol di rekomendasi youtube (rekomendasi youtube sangat aneh). Kalau tidak salah dorama Erased, lalu lanjut ke Million Yen Women, saya jatuh hati kembali dengan dorama. Semenjak kualitas drakor di 2015 kembali meh.

  8. Dorama Jepang rata-rata diambil dari novel atau cerpen yang menang publikasi atau yang best seller. Namun ini hebatnya Jepang kalau adaptasi ya keren cukup 6 episode saya sudah merasa sangat panjang dan cepat sekali ceritanya. Beda dengan drakor Korea yang keputusan awal 16 episode diperpanjang 20 episode. Lalu endingnya jadi meh.

  9. Dorama Jepang tidak banyak yang mengerjakan subtitlenya. Beda dengan drakor yang relawan subtitlenya sudah rapi, ada khusus drakor, variety show dll, bahkan bikin website sendiri, sedangkan dorama Jepang dikerjakan individu yang saya tahu ada Hpriest.

  10. Dorama Jepang bagus kualitasnya banyak diputar di tv kabel seperti WOWOW Channel namun akses subtitle bahasa inggris harus menunggu 1 minggu bahkan 1 bulan lebih karena menunggu ada volunteer yang mau mengupload, beda dengan drakor yang hari ini tayang, beberapa jam kemudian keluar subtitlenya. Jadi loyalitas subber benar-benar membantu promosi drakornya.

  11. Saya rasa drakor juga mulai berbenah masalah cerita, saya sekarang hanya sedikit mengikuti drakor tergantung jalan ceritanya, jika diambil netflix sering saya tonton karena saya yakin netflix ini agak rewel masalah cerita dan semua episode langsung keluar, jadi tidak penasaran juga. Dorama Jepang netflix jarang saya lihat lagi, paling dorama WOWOW channel saja kalau ada yang subs. Ini sih jeleknya distribusi dorama Jepang tidak mau promosi lebih padahal kualitas cerita boleh saya bilang 2xlipat lebih keren dari drakor. Bahkan jika diadaptasi ke versi Korea masih dapat kualitas baik meski bertahun-tahun lamanya contoh dorama Mother dengan drakor Mother.

  12. Seringkali kisah yang diangkat dorama Jepang tabu bagi pecinta drakor. Namun netflix nakal ternyata berusaha mendobrak ini dengan merilis beberapa drakor yang ceritanya juga tabu.

 

source:Toni Agung

Artikel ini terakhir diupdate padaMei 13, 2020 @ 10:36 am

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: