Darimana Sejarah Orang Indonesia Mengunakan Bahasa Indonesia?

0
10

Pada 1926, Kongres Pemuda I, salah satu pemimpin muda, Muhammad Yamin dengan kuat menyarankan agar Indonesia memilih Bahasa Melayu Riau sebagai bahasa nasional (pada waktu itu mereka berbicara dalam bahasa Belanda, yang dipandang sebagai bahasa penjajah). Alih-alih memiliki 300 bahasa, memiliki 1 bahasa di seluruh nusantara akan membuat komunikasi lebih mudah, sehingga membantu penyatuan dalam perjuangan untuk kemerdekaan.

Alasan mengapa Melayu Riau dipilih adalah karena sangat kaya akan karya sastra, relatif mudah dipelajari, dan umumnya digunakan sebagai bahasa kedua oleh pemerintah Belanda di banyak daerah.

Awalnya disarankan bahwa bahasa Jawa akan menjadi bahasa nasional karena persentase orang yang sudah menguasainya. Tetapi setelah beberapa pertimbangan, Yong Java (perwakilan Jawa) sepakat bahwa kita harus memilih Melayu Riau sebagai gantinya. Sejak hari itu, bahasa Melayu Riau menjadi bahasa formal di seluruh nusantara.

Bahasa Melayu Riau kemudian digunakan sebagai dasar untuk Bahasa Indonesia.

Lepas landas lambat. Tetapi itu dua tahun kemudian, pada tahun 1928, ketika Kongres Pemuda II akhirnya dinyatakan dalam salah satu dari tiga janjinya:

“Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, Indonesia.”

Dan kemudian pada tahun 1938, Ki Hajar Dewantoro (kemudian Menteri Pendidikan) menyatakan

“Apa yang disebut” Bahasa Indonesia “adalah bahasa Melayu, yang dialeknya berasal dari bahasa Melayu Riau, tetapi dengan beberapa modifikasi agar sesuai dengan era dan alam modern. Sehingga bahasa tersebut akan mudah digunakan untuk seluruh Indonesia.”

Keduanya meluncurkan popularitas Bahasa Indonesia sebagai simbol perjuangan sampai Indonesia mencapai kemerdekaan pada tahun 1945.

Popularitas kemudian diraih melalui pendidikan dan penyiaran. Sekolah wajib menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. Serta informasi (dan propaganda pemerintah) dari RRI satu sumber (Radio Nasional Indonesia) dan TVRI (Televisi Nasional Indonesia) semuanya disiarkan dalam Bahasa Indonesia. Berbagai surat kabar yang menggunakan bahasa lokal perlahan tidak dicetak, kemudian digantikan oleh yang lebih baru yang menggunakan bahasa nasional (untuk khalayak yang lebih luas). Menjadikan kepulauan secara perlahan tapi pasti bersatu dalam satu bahasa.