Home Ragam Budaya & Kebiasaan Budaya JERMAN Daimler Mercedes Benz akan PHK massal

Daimler Mercedes Benz akan PHK massal

Akibat terdampak kesulitan penjualan global, Grup perusahaan Daimler Mercedes Benz akan melakukan restrukturisasi karyawan dengan memecat lebih dari 10.000 orang dari seluruh badan usahanya diseluruh dunia.

Mercedes-Benz UK sendiri secara langsung mempekerjakan lebih dari 4.000 orang.

Rencana tersebut datang sebagai bagian dari program pemotongan biaya utama pada waktu yang menantang bagi industri mobil, yang telah melihat permintaan yang melambat khususnya di Cina, standar lingkungan yang lebih keras di Eropa dan kerusakan akibat perang dagang AS-Cina.

Pengumuman menandai yang ketiga dalam seminggu pemotongan biaya di pembuat mobil besar.

Audi mengatakan akan memangkas hingga 9.500 pekerjaan untuk juga beralih ke produksi kendaraan listrik, sementara BMW mengatakan akan mengurangi bonus dan skema pembayaran lain untuk memotong biaya, menurut Reuters.

“Industri otomotif berada di tengah-tengah transformasi terbesar dalam sejarahnya,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, Jumat.

“Pengembangan menuju mobilitas netral-CO2 memerlukan investasi besar, itulah sebabnya Daimler mengumumkan pada pertengahan November bahwa ia akan meluncurkan program untuk meningkatkan daya saing, inovasi, dan kekuatan investasi.

“Bagian dari program ini adalah untuk mengurangi biaya staf sekitar € 1,4 miliar pada akhir tahun 2022 dan, antara lain, untuk mengurangi jumlah posisi manajemen di seluruh dunia sebesar 10%.”

“Kami akan membuat langkah-langkah sebagai tanggung jawab sosial mungkin,” kata anggota dewan Wilfried Porth dalam sebuah pernyataan.

Daimler telah berulang kali memangkas prospek laba dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan menambahkan bahwa Daimler telah setuju dengan perwakilan karyawan untuk menawarkan jam kerja mingguan lebih rendah kepada tenaga kerja, dan untuk membatasi mempekerjakan kembali pekerja sementara.

Dikatakan perlindungan yang disepakati sebelumnya untuk beberapa pekerjaan di Jerman akan tetap berlaku. Begitulah nasib karyawan, se rajin apapun bekerja keras, semua ditentukan oleh hasil akhir penjualan.


Sumber: reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ternyata Masker Buatan China Tidak Aman Untuk Kesehatan dan Virus Corona

Dua juta topeng pelindung yang dibeli oleh Finlandia dari Cina ternyata tidak cocok untuk digunakan di rumah sakit, pemerintah Finlandia mengakui pada hari Rabu. Pada...

Apa Saja Isi Siaran TV Dari Berbagai Dunia?

Malaysia Sekarang marilah pergi ke negara jiran kita, iya Malaysia. Setiap kali Anda menonton sinetron Malaysia, Anda hanya menyaksikan kisah sepasang kekasih yang tidak...

Bagaimana Rasanya Hidup di Jaman Kerajaan Majapahit?

membayangkan kehidupan era Majapahit sudah pasti kita tidak bisa lepas dari sebuah wilayah bernama Trowulan. Di sanalah terdapat sebuah kota yang tersisa dari Kerajaan Majapahit. Bayangkan...

Pria Jepang CuliK 2 Anak Siswi Perempuan SMP Buat Diajarin Bisnis Properti

Seorang pengusaha real-estate berusia 37 tahun dengan nama Hiroaki Sakaue asal Saitama, Jepang, ditahan pada 27 November 2019 atas dugaan penculikan anak di bawah umur....
Wow... Kreatif sekali yah...