Home Partner Pendidikan 4.200 Penderita HIV/AIDS Singapura Datanya Bocor Ke Media

4.200 Penderita HIV/AIDS Singapura Datanya Bocor Ke Media

– Kementerian Kesehatan Singapura Senin kemarin mengumumkan informasi pribadi 14.200 orang dari daftar penderita HIV/AIDS positif Singapura dibocorkan secara online oleh warga negara AS Mikhy Farrera Brochez, yang sebelumnya bekerja sebagai dosen di dua politeknik.

Brochez, yang dideportasi pada April tahun lalu, dipenjara pada tahun 2016 karena berbohong tentang status HIV-nya untuk mendapatkan izin kerja, seperti dikutip dari Channel News Asia, 30 Januari 2019.

Pria berusia 32 tahun, yang juga dihukum karena penipuan dan pelanggaran terkait narkoba, dijatuhi hukuman penjara 28 bulan.

Brochez adalah pasangan Ler Teck Siang, seorang dokter pria Singapura yang merupakan mantan kepala Unit Kesehatan Masyarakat Nasional di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) antara Maret 2012 dan Mei 2013.

Menurut dokumen pengadilan, pasangan ini mulai hidup bersama di Singapura pada 2008. Mereka menikah di New York City pada 24 April 2014.

Sebagai kepala Unit Kesehatan Umum Nasional Departemen Kesehatan, Ler memiliki wewenang untuk mengakses informasi dalam Pendaftaran HIV sebagaimana diperlukan untuk pekerjaannya, kata Kementerian Kesehatan.

Ler, yang mengundurkan diri pada Januari 2014, diyakini telah salah penanganan informasi dan diduga tidak mematuhi kebijakan dan pedoman tentang penanganan informasi rahasia tersebut.

Pada Mei 2016, Departemen Kesehatan mengajukan laporan polisi setelah menerima informasi bahwa Brochez memiliki informasi rahasia yang tampaknya berasal dari daftar penderita HIV/AIDS.

Polisi menggeledah properti pasangan itu dan materi yang relevan juga disita.

Salah satu penderita HIV/AIDS bernama Avin Tan, 33 tahun, khawatir atas kebocoran data ini. Dia membutuhkan waktu tiga tahun untuk mengumpulkan cukup keberanian untuk memberi tahu ibunya bahwa ia memiliki human immunodeficiency virus (HIV).

Setelah didiagnosis pada 2009, ia mulai mengunjungi beberapa pada 2012, sebelum meninggalkan botol obatnya di tempat terbuka di rumah untuk mengantisipasi pertanyaan dari ibunya.

Untuk sesuatu yang sensitif seperti keluar dengan HIV, Tan dapat memilih waktu yang tepat dan orang yang tepat. Tetapi bagi sekitar 14.200 orang HIV-positif lainnya, kesempatan ini direnggut dari mereka.

Pada Mei 2018, setelah Brochez dideportasi dari Singapura, Depkes menerima informasi bahwa ia masih memiliki bagian dari catatan tersebut. Walaupun informasi itu tampaknya tidak dipublikasikan, Depkes mengajukan laporan polisi dan menghubungi orang-orang yang terkena dampak untuk memberi tahu mereka.

Pada 22 Januari tahun ini, Depkes Singapura diberitahu oleh polisi bahwa Brochez mungkin masih memiliki lebih banyak informasi dari Register HIV/AIDS, dan telah membocorkannya secara online.

source: CHANNEL NEW ASIA


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ternyata Budaya Jepang Memudar Di Indonesia Menurut Mr. Norihisa Tsukamoto, Direktur Japan Foundation ke-47

Mr. Norihisa Tsukamoto, Direktur Japan Foundation ke-47, Jakarta, kembali ke Jepang pada tanggal 4 April setelah menyelesaikan masa jabatannya selama empat tahun. Ini adalah...

Alasan Orang Kristen Bisa Makan Babi Walaupun Dilarang Kitab Suci

Bagi orang Islam, menyentuh babi atau memakannya adalah haram. Tapi kenapa orang Kristen makan babi panggang, semur babi, dan berbagai olahan babi lainnya? Babi disebut...

STUT atau Step Motor Teman Waktu Mogok Bisa Masuk Dipidana

Kebanyakan para pengendara motor pasti tahu dengan istilah stut atau mendorong motor pakai kaki.   Padahal banyak yang salah kaprah, sebenarnya budaya ini tidak pas diterapkan. Bahkan...

Obat virus Corona ncov covid-19 sudah Ditemukan dan diklaim sukses!

Sebuah perusahaan farmasi di China mengumumkan temuan terbaru mereka bahwa virus corona alias COVID-19 bisa dijinakkan dengan menggunakan plasma darah penderita yang telah sembuh. China...
Wow... Kreatif sekali yah...