ga('set', 'userId', 'USER_ID'); // Set the user ID using signed-in user_id.

Apakah Agama Orang Jepang? Benarkah Orang Jepang Kebanyakan atheis atau Tidak Percaya akan Tuhan ?

Siapa sih yang tidak tahu negara mata hari terbit yang dulu  pernah menjajah negara Indonesia dan dijuluki sebagai bangsa pemersatu asia pada era penjajahan, Kita juga sering melihat dan mendengar  bahawa Negara Jepang terdapat banyak kuil namun ramai dikunjungi pada saat pergantian tahun saja, Negara ini juga terkenal sebagai negara yang penduduknya rajin bekerja sampai – sampai tempat banyak warganya yang bunuh diri dan stress akan pekerjaanya.

Kita juga tahu banyak sekali orang Jepang bila kita tanyain agamanya mereka kebanyakan mengatakan agama agama itu tidak penting dan tidak suatu keharusan yang harus dimiliki dan dianut, tidak percaya? tanya saja sendir kalau ketemu orang Jepang.

Jadi sebenarnya Apa sih Agamanya Orang Jepang itu sendiri?

menurut mbah wiki sendiri, Penganut agama di Jepang menurut Kementerian Pendidikan Jepang: Shinto sekitar 107 juta orang, agama Buddha sekitar 89 juta orang, Kristen Protestan dan Kristen Katolik sekitar 3 juta orang, serta agama lain-lain sekitar 10 juta orang (total seluruh penganut agama: 290 juta orang). Total penganut agama di Jepang hampir dua kali lipat dari total penduduk Jepang. Penganut agama Shinto dan Buddha dalam berbagai sekte saja sudah mencapai 200 juta.Total penganut agama di Jepang melebihi jumlah penduduk disebabkan cara pengumpulan data dan tradisi beragama orang Jepang.

  • Statistik disusun berdasarkan angket yang diisi secara sukarela oleh organisasi keagamaan yang dengan sengaja mengisi jumlah penganut yang dimiliki masing-masing organisasi secara berlebih-lebihan.

  • Sebagian besar orang Jepang menganut lebih dari satu agama dan sepanjang tahunnya mengikuti ritual dan perayaan dalam berbagai agama. Mayoritas orang Jepang dilahirkan sebagai penganut Shinto, merayakan Shichi-Go-San, hatsumōde, dan matsuri di kuil Shinto. Ketika menikah, sebagian di antaranya menikah dalam upacara pernikahan Kristen. Penghormatan terhadap arwah leluhur dinyatakan dalam perayaan Obon, dan ketika meninggal dunia dimakamkan dengan upacara pemakaman agama Buddha.

Di luar dua agama tradisional tersebut, saat ini banyak orang Jepang beralih ke berbagai gerakan keagamaan populer, yang biasa dikelompokkan dengan nama “Agama-agama Baru” (Shinshūkyō). Agama-agama ini memiliki unsur-unsur Shinto, Buddha, dan takhayul lokal, dan sebagian telah berkembang untuk memenuhi kebutuhan sosial kelompok-kelompok masyarakat. Salah satu yang terkenal adalah Sokka Gakkai, suatu aliran Buddha yang didirikan pada tahun 1930 dan memiliki moto kedamaian, budaya, dan pendidikan.

Agama-agama baru lainnya, antara lain adalah Aum Shinrikyo, Gedatsu-kai, Kiriyama Mikkyo, Kofuku no Kagaku, Konkokyo, Oomoto, Laboratorium Gelombang-Pana, PL Kyodan, Seicho no Ie, Sekai Mahikari Bunmei Kyodan, Sekai kyūsei kyō, Shinreikyo, Sukyo Mahikari, Tenrikyo, dan Zenrinkyo.

Jadi menurutmu Orang Jepang itu Punya Agma atau tidak?

source: wiki


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini terakhir diupdate padaJuli 20, 2019 @ 8:51 am

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: