Tidak semua orang bisa bahasa Inggris dengan baik karena ada banyak alasan dan latar-belakan (walaupun mereka orang yang terlahir di Inggris dan Amerika). Namun, rata-rata, Filipina adalah salah satu yang paling fasih di benua Asia. Lalu kenapa orang Filipina bisa berbahasa inggris dengan baik diatas negara-negara Asia lainnya?

Pelajar di Filipina memiliki beberapa keunggulan:

  1. Berabad-abad sudah terlatih mempelajari bahasa asing lain, yaitu bahasa Spanyol. Dengan lebih dari 3 abad menjadi koloni Spanyol, generasi orang Filipina terbiasa dengan gagasan terbuka bahwa ada dunia yang lebih besar di luar sana, dan perlu setidaknya memiliki pengetahuan dalam bahasa non-lokal.

  2. Sistem Pendidikan. Di tahun 1901, Filipina adalah negara koloni Amerika. orang Amerika banyak yang merantau dan menjadi bagian dari ratusan guru bahasa inggris dengan menumpangi kapal Thomasites untuk mempromosikan bahasa Inggris di Filipina. Sejak saat itu sistem pendidikan Filipina terpola mengikuti sistem pendidikan orang Amerika kuno. Semua mata pelajaran (kecuali Bahasa Filipina dan Ilmu Sosial) hampir seluruhnya berbahasa Inggris, terutama di sekolah swasta. Catatan: Sistem pendidikan Singapura dan sebagian besar, India, juga sebagian besar berbahasa Inggris.

  3. Bahasa resmi pemerintah Bahasa Inggris dan Filipina (yaitu, Tagalog) sama-sama diakui sebagai bahasa resmi. Dalam sebagian besar (jika tidak semua) kasus, hukum dan dokumen hukum seluruhnya berbahasa Inggris.

  4. Pembiasaan penggunaan harian terhadap bahasa inggris. Di Filipina, ada banyak produk, tanda jalan, iklan tidak diterjemahkan ke bahasa daerah karena Anda diharapkan bisa mengerti bahasa inggris dan tagalog sekaligus.

    Banyak orang Filipina menjadi tenaga kerja asing di negara Eropa, Amerika bahkan di negara makmur Asia seperti Hongkong, Tokyo, Singapura dan menempati posisi strategis dikarenakan oleh kemampuan berbahasa inggris yang sangat baik.
  5. Media massa wajib memiliki versi bahasa inggris. Di negara lain, media Inggris menggunakan subtitel, namun ini tidak terjadi di Filipina (walaupun versi yang tagalog juga semakin meningkat). Tidak seperti di Prancis di mana konten media massa harus sebagian besar berbahasa Prancis (bahkan memaksakan kuota musik non-Prancis di stasiun radio), Filipina bebas mengimpor film-film Hollywood, acara TV Amerika, dan musik tanpa editing dan dubbing dalam bahasa Inggris.

  6. Tekanan sosial. Bahasa Inggris adalah bahasa prestise yang amat sangat dibutuhkkan dalam mencari pekerjaan. Elit sosial dan elit akademis sangat fasih berbahasa Inggris. Sulit, hampir tidak mungkin, untuk naik tangga sosial, akademis, dan perusahaan tanpa fasih berbahasa Inggris. Tidak fasih berbahasa Inggris menjadi indikasi kurangnya pendidikan atau kecerdasan.

  7. Kebutuhan dalam pekerjaan dan tinggal / bekerja di luar negeri. Banyak pekerjaan di perusahaan multinasional membutuhkan kefasihan bahasa asli dalam bahasa Inggris. Banyak orang Filipina ingin tinggal di luar negeri (terutama di AS).

  8. Kurang melekat pada tradisi Asia. Bahasa (termasuk aksen) adalah cerminan budaya. Tidak ada tekanan atau gerakan yang signifikan terhadap pengaruh kuat budaya Inggris dan Amerika dalam budaya Filipina.

Siapa yang bisa berbahasa Inggris lebih baik: orang Filipina, Singapura, Malaysia, Hongkongers, orang Indonesia atau orang India ?. Meskipun negara-negara Asia lainnya juga telah menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi (mis., Singapura, Malaysia, India, Hong Kong) namun tanpa latihan pelafalan, pengenalan budaya dalam keseharian, seorang yang terlahir di negri Singapura dan diajari bule Inggris sekalipun belum tentu memiliki kemampuan berbahasa Inggris melebihi mereka yang mau belajar tekun dan giat. Ayo belajar bahasa Inggris di www.fortuner.id dan jadilah SDM yang siap bersaing secara global dengan mendaftar kelas kursus kita hari ini juga!


1 KOMENTAR

  1. Tapi kita harus bangga kita punya bahasa indonesia dan jangan malu jika kita bangga bahasa indonesia orang luar pun aku mempelajari aja,dan kita tidak kehilangan identitas ,ada ribuan bahasa diindonesia

Comments are closed.