Indonesian protesters burn a Malaysian flag during a demonstration in Jakarta, Indonesia, Tuesday, Aug. 17, 2010. Dozens of people staged the protest against the action taken by the Malaysian marine police in detaining three Indonesian Marine and Fisheries Ministry officers at the maritime border near Riau islands on Friday. The officers were detained while they were arresting seven Malaysian fishermen alleged to have poached into Indonesian waters. (AP Photo/Irwin Fedriansyah)
Indonesian protesters burn a Malaysian flag during a demonstration in Jakarta, Indonesia, Tuesday, Aug. 17, 2010. Dozens of people staged the protest against the action taken by the Malaysian marine police in detaining three Indonesian Marine and Fisheries Ministry officers at the maritime border near Riau islands on Friday. The officers were detained while they were arresting seven Malaysian fishermen alleged to have poached into Indonesian waters. (AP Photo/Irwin Fedriansyah)

Mbak Inemnya nakal banget, cuy. Gimana, sih, bisa meliwet nasi? Pakek sendok? Jari? =)

Hehehe. Di bawah ini terdapat beberapa kata bahasa Indonesia serta bahasa lain yang pernah saya temukan dan saya kira agak sering juga digunakan warga Indonesia.

Ada antaranya yang bisa ditebak artinya berdasarkan konteks ayat, misalnya ‘kapan’ dan ‘banget’.

Ada yang dipahami saya tetapi tidak dipahami warga Malaysia umumnya, seperti ‘daring’ dan ‘wisuda’.

Ada juga yang sama sekali tidak dapat saya pahami walaupun konteks ayatnya jelas, seperti ‘iseng’ dan ‘ribet’.

Supaya jawaban ini lebih bermanfaat buat kita bersama, saya sertakan juga padanan istilah bahasa Malaysianya (Kadang disertakan istilah percakapan yang tidak baku dan istilah slangnya).

Sekiranya anda bisa mengelak daripada menggunakan kata-kata bahasa Indonesia ini ketika berbicara dengan orang Malaysia, maka saya berani menjamin bahwa kata-kata anda akan dimengerti dengan mudah (Sekurang-kurangnya oleh orang Melayu/Bumiputera).


KATA-KATA SINGKATAN

Bandara = Lapangan terbang (Biasanya disebut airport)

Curas = Rompakan bersenjata / rompakan ganas / samun bersenjata (rompakan)

Curhat = Curahan hati / luahan hati; mencurahkan hati / meluahkan hati

Daring = Dalam talian (online)

Hape = Telefon bimbit (‘fon’/phone) [Kalau ditulis HP, masih dipahami]

Istora = Stadium olahraga (stadium)

Kedubes = Kedutaan besar (kedutaan/embassy)

Luring = luar talian (offline)

Medsos = Media sosial

Migas = Minyak dan gas (O&G)

Miras = Minuman keras (arak)

Narkoba = Dadah

Nasgor = Nasi goreng

Orba = Orde Baru

Orla = Orde Lama

Ortu = Orang tua / ibu dan ayah (‘mak ayah’ / ‘mak bapak’)

Pemda = Kerajaan negeri [Biasanya disingkatkan menjadi ‘k’jaan’ dalam tulisan tidak formal. Cth. K’jaan Melaka]

Pemilu = Pilihan raya umum (PRU) [Ada juga pilih raya kecil, PRK]

Pilkada [Menteri Besar dan Ketua Menteri di Malaysia tidak dipilih rakyat]

Pilpres [Perdana Menteri Malaysia tidak dipilih rakyat]

Pisgor = Pisang goreng

Polda = Kontinjen polis negeri (polis / PDRM)

Ponsel = Telefon bimbit (‘fon’/phone)

Pungli = Pemerasan (peras ugut)

Puskesmas = Klinik kesihatan kerajaan; klinik komuniti (klinik / klinik kerajaan)

Rudal = Peluru berpandu (missile)

Samawa = Sakinah, mawaddah, warahmah

Satpam = Pengawal keselamatan (guard / pak guard / mak guard)

Sembako = Barang/barangan terkawal [Di Malaysia, bilangannya bukan hanya 9. Ia bergantung pada musim perayaan]

Toserba = Gedung serbaneka / gedung / pasar raya (kedai)

Ultah = Ulang tahun / hari jadi / hari lahir (birthday; anniversary)

Waria = Pondan / mak nyah / bapuk / sotong

Warkop = Warung kopi (warung)

Warnet = Kafe siber (CC)

Warteg = Warung/gerai makan (warung/gerai)

Wartel = Warung telefon [Tak dibudayakan di Malaysia, melainkan oleh TKI]

Bappenas = Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, seperti Kementerian Pembanguan Luar Bandar (KPLB); Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat (KPWKM); & Kementerian Pembangunan Usahawan (KPU)

Brimob = Korps Brigade Mobil, seperti Pasukan Gerakan Am (PGA); Pasukan Gerakan Khas (PGK)

Hansip = Organisasi Pertahanan Sipil, seperti Jabatan Pertahanan Awam (JPA/JPAM/JPA3/APM) [Singkatannya sering berubah-ubah]

Jabodetabek = Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, seperti Metropolitan Lembah Klang (Lembah Klang / Greater KL / Klang Valley)

Jaksel, Jabar, Sumsel, dan saudaranya

Kemdikbud = Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seperti Kementerian Pendidikan (KPM) & Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya (KPSB)

Kemenkumham = Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

Kopaja = Koperasi Angkutan Jakarta

Menlu = Menteri Luar Negeri

Menpora = Menteri Pemuda dan Olahraga, seperti Menteri Belia dan Sukan

Persija = Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta

Polri = Polisi Republik Indonesia, seperti Polis Diraja Malaysia (PDRM)

Timtim = Timor Timur

DAMRI = Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia

KOPASSUS = Komando Pasukan Khusus, seperti Grup/Rejimen Gerak Khas (GGK/RGK)

KRL = Kereta rel listrik, seperti KTM Komuter & KTM ETS

NKRI = Negara Kesatuan Republik Indonesia

SARA = Suku, agama, ras, dan antargolongan (Etnik, agama, bangsa, dan antara kaum)

SD = Sekolah dasar, seperti sekolah rendah kebangsaan (SRK/SK)

SMA = Sekolah menengah atas, seperti sekolah menengah kebangsaan (SMK)

TKI = Tenaga kerja Indonesia

TKW = Tenaga kerja wanita

TNI = Tentara Nasional Indonesia, seperti Angkatan Tentera Malaysia (ATM)

WNI = Warganegara Indonesia

WNM = Warganegara Malaysia


KATA-KATA MELAYU

Basa-basi = Sopan-santun; adat-istiadat; sembang kosong

Bianglala = Pelangi; roda Ferris (Lebih sering disebut Ferris wheel)

Dini = Awal

Galau = Riuh; tertekan / stres / ‘jiwa kacau’; angau; tak keruan

Jabatan = Jawatan / pangkat

Jasa = Khidmat/perkhidmatan

Jebak = Perangkap

Kakak laki-laki = Abang

Kaleng = Tin

Kasat mata = Mata kasar

Kebijakan = Dasar/polisi

Kerajinan = Kraftangan

Laba = Untung

Marga = Puak

Melotot = Terbeliak

Menyontek = Meniru

Nabati = Tumbuhan/sayuran

Nian = Sangat/amat/sungguh/benar

Pejabat = Pegawai

Pentil = Puting

Penyandang cacat = Orang cacat / orang kurang upaya (OKU)

Rawat = Jaga/urus/pelihara; selenggara

Recehan = Duit kecil/pecah

Sedotan = Straw

Senang = Senang hati; suka

Sisa = Baki

Tambang = Lombong

Tantang = Cabar

Tenggorokan = Kerongkong

Terasi = Belacan

Toko = Kedai


KATA-KATA JAWA

Abon = Serondeng (Lebih sering dieja serundeng dan serunding)

Adem = Sejuk; tenang; tawar

Ampuh = Sakti/keramat; mujarab

Angker = Seram; menyeramkan

Asri = Cantik (Indah cuma digunakan dalam tulisan)

Asu = Anjing

Bangsat = Pepijat [Yang dipahami cuma itu kata makian, bukan sejenis serangga]

Bareng = Sama-sama / sekali (Bersama cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Bebek = Itik

Bejat = Rosak/lingkup/jahanam/’barai’

Copet = Pencuri; penyeluk saku

Copot = Tercabut/tertanggal

Doyan = Suka/gemar

Gampang = Senang (Mudah cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Gandrung = Ingin/tergila-gila; rindu

Ganteng = ‘Hensem’ / handsome; ‘muka jambu’ (Kacak dan tampan cuma digunakan dalam tulisan)

Ganyang = Hancurkan / musnahkan

Gede = Besar/’bagak’ (Kalau benar-benar besar, disebut besar ‘gedabak’)

Geprek = Penyek/penyet

Gerepe = Raba

Gudeg

Irit = Jimat

Iseng = Tak ada kerja; saja-saja

Jangkrik = Cengkerik

Jepret = Lastik; tangkap; perangkap

Jimat = Azimat

Kangen = Rindu

Kapan = Bila

Kaprah = Lazim/biasa/umum; faham/anggap

Kasmaran = Mabuk cinta; berasmara (keasmaraan?)

Keong = Siput

Keraton = Istana

Kontol = Koté/pelir/’lancau’ (Zakar cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal. Kotek tidak digunakan)

Kuntilanak = Pontianak

Lawas = Lama; tua; veteran

Lele = Keli

Leluhur = Nenek moyang

Linsang = Memerang

Liwet = Kukus

Lonte = Ulat/kumbang sagu?; perempuan jalang

Macan = Harimau

Maling = Curi

Mampir = Singgah

Mandiri = Berdiri sendiri; berdikari

Membeludak = Mencurah-curah

Minggir = Ke tepi

Mudik = Balik kampung (Pulang ke kampung cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Mukena = Telekung

Mumpuni = Mampu laksanakan tugas; menguasai

Muncrat = Memancut/menyembur

Ndasmu = Kepala otak kau / ‘kepala bapak kau’

Ngentot = Beromen/’buat projek’/’main’/’henjut’ (Bersetubuh/bersanggama cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Ngewe = Beromen/’buat projek’/”main’/’henjut’ (Bersetubuh/bersanggama cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Ngiler = Meleleh air liur; nak sangat

Ngobrol = Bersémbang/berborak/berbual (Bergebang jarang digunakan)

Nongkrong = Melépak/berlépak; bercangkung

Nyolong = Mencuri

Pacar = Kekasih/’boyfriend’/’girlfriend’

Pada = Sama-sama / sekali; semua

Panen = Pungut/tuai; pemungutan/penuaian

Peci = Songkok

Pemirsa = Penonton

Pesantren = Sekolah pondok (Lebih sering disebut ma’had tahfiz sejak tahun 80an)

Prasmanan = Bufet

Pria = Lelaki

Priayi = Orang besar (Bangsawan cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Rapopo = Tak apa

Rica-rica

Saking = Dek kerana terlalu / kerana sangat / kerana terlalu

Santet = Santau

Selingkuh = Curang / tak jujur

Semrawut = Kacau-bilau / huru-hara

Singkong = Ubi kayu

Sore = Petang

Tebak = Teka

Unduh = Muat turun (Lebih sering disebut download)

Unggah = Muat naik (Lebih sering disebut upload)

Wajan = Kuali

Yuk


KATA-KATA BELANDA

Antre = Beratur

Antrean = Barisan (Lebih sering disebut queue. Baris gilir cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Apotek = Farmasi

Arbei = Stroberi

Arde = Pembumian (Lebih sering disebut grounding/earthing)

Arsip = Arkib

Asbak = Dulang/bekas abu rokok (Juga disebut ash tray)

Bak = Bekas; kolah

Ban = Tayar

Bensin = Petrol (Lebih sering disebut minyak)

Biliun = Trillion

Bioskop = Panggung wayang gambar / pawagam / panggung wayang

Bistik = Stik / daging stik (Dieja begini, tapi disebut steak)

Blasteran = Kacukan

Dasi = Tali leher (Lebih sering disebut tie)

Difabel = Orang kurang upaya (OKU) [Kalau masih kecil, disebut kanak-kanak istimewa]

Dinas = Jabatan; rasmi; kerja

Dosen = Pensyarah (Lebih sering disebut lecturer)

Dosis = Dos (Dosej cuma digunakan oleh staf medis)

Ember = Baldi / timba / tong air (Kalau rendah dan lebar, disebut besen); mulut tempayan

Gang = Lorong

Garansi = Jaminan; waranti

Gengsi = Air muka / kehormatan / martabat

Gratis = Percuma (Juga disebut free)

Halte bus = Hentian bas (Lebih sering disebut bus stop/stand)

Handuk = Tuala (Juga disebut towel)

Insinyur = Jurutera (Juga disebut engineer)

Jas = Jaket; blazer

Joki = Joki (Lebih sering disebut valet berbanding joki kereta. Tidak ada konsep joki untuk ujian/permainan/dsbg., melainkan lumba kuda)

Kado = Hadiah; buah tangan

Kalem = Tenang/santai

Kantor = Pejabat/ofis

Karcis = Tiket

Kartu = Kad

Kasus = Kes

Katun = Kapas

Kaus = Kemeja-T (Lebih sering disebut t-shirt)

Klakson = Hon

Kolega = Rakan sekerja / ‘kawan kerja’

Kompak = Bersatu padu

Komplet = Lengkap

Kompor = Dapur

Kopling = Klac

Koran = Surat khabar (Generasi 40an menyebutnya juga sebagai warta berita. Akhbar cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Kornet = Konbif (Lebih lazim dieja corned beef)

Korsleting = Litar pintas; putus bekalan elektrik / ‘syot’ / ‘api padam’ / ‘letrik putus’ (Juga disebut blackout)

Kos/indekos = Bilik sewa; asrama

Kulkas = Peti ais / peti sejuk (Juga disebut fridge)

Kurs = Kadar pertukaran (Lebih sering disebut exchange rate)

Listrik = Elektrik/api

Maret = Mac

Maskapai = Syarikat (Firma cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Mebel = Perabot

Meises = Coklat beras

Merek = Jenama / cap

Mesin = Enjin

Miliar = Bilion

Minder = Rendah diri

Narsis = ‘Perasan cantik’ / ‘bajet lawa’ / ‘bajet hensem’ (Narsisistik cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Nol = Kosong (Sifar cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Om = Pakcik (Di negeri-negeri utara, disebut pak menakan)

Oma = Nenek / nek / wan / tok / ‘mak tok’ / opah

Ongkos = Kos; tambang

Opa = Datuk / atuk / tok / tok wan / ‘tok ki’ / aki

Oranye = Oren (Jingga cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Pabrik = Kilang

Partai = Parti

Peluit = Wisel

Permen = Gula-gula

Pers = Surat khabar / warta berita / akhbar

Persik = Pic

Persis = Serupa; tepat

Pompa = Pam

Porsi = Bahagian (Disebut juga portion)

Preman = Gengster/’pailang’; persendirian; awam

Rekening = Akaun

Ritsleting = Zip

Rok = Skirt

Sekop = Penyodok / sodok; pencedok

Sekrup = Skru

Seksi = Seksyen

Sempak = Seluar dalam; sumbing

Sepeda = Basikal

Sepeda motor = Motosikal

Setir/nyetir = Memandu (Mengenderai cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Sinterklas = Santa Klaus

Sinyal = Signal (Isyarat cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal. Terkadang line lebih sering digunakan berbanding signal)

Skakmat = Mat (Lebih sering disebut checkmate)

Sopir = Drebar (Pemandu cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Spasi = Jarak (Juga disebut space)

Suster = Misi; sister (Biarawati cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Tante = Makcik (Di negeri-negeri utara, disebut mak menakan)

Tas = Beg

Telat = Lambat

Traktir = Belanja / ‘payung’

Trotoar = Kaki lima (Laluan pejalan kaki cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Tustel = Kamera

Wastafel = Sinki

Wol = Wul

Wortel = Karot (Lobak merah cuma digunakan dalam tulisan)


KATA-KATA BETAWI

Abal-abal = Palsu/tiruan; kualiti rendah/kodi/koman/’cokia’; tak berguna/haprak/’hampeh’ (hampas); tak penting

Abu-abu = Kelabu

Bacot = Banyak mulut/cakap

Banci = Khunsa; pondan / mak nyah / bapok / sotong

Bandel = Degil / keras kepala / kepala batu

Banget = Sangat/sungguh/benar (‘Amat’ jarang digunakan dalam percakapan, melainkan dalam bentuk ‘ya amat’)

Bebenah = Mengemas

Bego = Bodoh/bingung/bengap/bebal/bongok/bangang/bahlul/palui/ngok/’mangkuk hayun’ (Dungu, tolol, dan benak jarang digunakan dalam percakapan. Bingung disebut béngong)

Bibi = Makcik

Brojol = Keluar

Bule = Mat salih / orang putih / ‘omputeh’

Berisik = Bingit; bising

Bumbu = Perencah

Capek = Penat

Digerebek = Diserbu

E’ek = Berak / buang air besar

Enek = Mual/muak

Gado-gado = Pecal

Gombal = Tipu/bohong

Jengkol = Jering

Jidat = Dahi

Jorok = Kotor

Kagak = Tak

Kampret = Kelawar (Yang dipahami cuma itu kata makian, bukan sejenis binatang)

Karet = Getah

Kayak = Macam (Seperti cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Keseleo = Terseliuh

Ketan = Pulut

Ketek = Ketiak

Ketik = Taip

Kocak = Kelakar/lucu/’lawak’

Langka = Jarang ada/ditemui/terjadi

Lu pada = Kau orang / ‘korang’

Mbak = Mak

Memek = Puki/’cibai’ (Faraj cuma digunakan dalam tulisan. Pukas tidak digunakan)

Mending = Lebih baik (Biasanya disingkatkan menjadi baik aja dalam percakapan)

Meong = Kucing; ngiauan

Ngeh = Faham

Nyinyir = Suka mengarah; suka merungut; cerewet

Nyolot = Menjeling; suka bertekak/menjawab

Ojol = Tukar

Pada = Sama-sama

Paman = Pakcik

Pelit = Kedekut/lokek/’kemut’

Pengamen = Penghibur jalanan (Lebih sering disebut busker)

Pengin = Nak/mahu

Perseroan = Syarikat

Repot = Sibuk/ribut; susah/kalut

Ribet = Sibuk/ribut; susah/kalut; tak praktikal

Sinting = Gila / sakit jiwa / miring / biul / sewel / ‘tak sihat’ / ‘tak betul’ / ‘syot’ / ‘masuk air’

Sok = Berlagak

Tabrak = Langgar; serang/tumbuk


KATA-KATA SANSKERTA

Antariksa = Angkasa lepas

Antariksawan = Angkasawan

Baja = Keluli / besi waja

Berseteru = Bermusuhan

Biksu = Sami

Bupati = Pegawai daerah (Di Negeri Kelantan, disebut pegawai jajahan)

Gapura = Pintu gerbang

Jagat = Dunia/alam

Kabupaten = Daerah/jajahan

Mancanegara = Luar negara

Merica = Lada hitam/putih

Mitra = Rakan/teman/kawan

Narapidana = Banduan

Nirlaba = Bukan untung

Pancasila = Lima susila

Panitia = Jawatankuasa

Pramuwisata = Pemandu pelancong

Pranala = Pautan

Prasasti = Batu bersurat

Puri = Istana

Rekayasa = Kejuruteraan; komplot

Senapati = Panglima; ketua tentera

Tata krama = Adat-istiadat dalam bersopan-santun

Tata surya = Sistem suria

Tunaaksara = Bermasalah pembelajaran / buta huruf

Tunadaksa = Kurang upaya fizikal / cacat fizikal

Tunaganda = Kurang upaya pelbagai

Tunagrahita = Kurang upaya mental / cacat akal

Tunakarya = Tak bekerja / menganggur

Tunalaras

Tunanetra = Kurang upaya penglihatan / buta / cacat penglihatan

Tunarungu = Kurang upaya pendengaran / pekak / tuli / cacat pendengaran

Tunasusila = Tak beradab; sundal/jalang

Tunawicara = Kurang upaya pertuturan / bisu / cacat pertuturan

Tunawisma = Tak berumah / bergelandangan

Upaya = Usaha/ikhtiar

Upeti = Ufti

Wedana = Timbalan pegawai daerah (Penolong pegawai daerah?)

Windu = Lapan tahun

Wisata = Melancong; pelancongan

Wisuda = Konvokesyen (Pengijazahan cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal. ‘Graduasi’ juga digunakan, tapi itu bukan kata baku)


KATA-KATA SUNDA

Amburadul = Huru=hara / porak-peranda

Blo’on = Bodoh/bingung/bengap/bebal/bongok/bangang/bahlul/palui/ngok/’mangkuk hayun’ (Dungu, tolol, dan benak jarang digunakan dalam percakapan. Bingung disebut béngong)

Bo’ol = Jubur (Dubur cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Butuh = Perlu

Gan/agan/juragan = Tuan

Jahe = Halia

Jomlo = Anak dara tua / andartu; bujang terlajak (‘Anak teruna tua’ / ‘antertu’ juga digunakan, tapi tidak baku)

Lalap = Ulam

Lotek = Pecal

Ngabuburit = Menunggu waktu berbuka puasa/iftar

Risi = Geli/jiik; malu; sakit/kecil hati

Songong = Tak tahu adat; bodoh; sombong/angkuh/’kerek’/’eksyen’/’action’/’poyo’/’kekwat’


KATA-KATA LAINNYA

Ajang = Acara; medan (Wadah cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal).

Alpukat (Arab) = Avokado (Adpokat salah satu bentuk bakunya juga, tapi tidak digunakan/diketahui)

Barusan = Baru saja

Betah = Tahan; terbiasa; sembuh

Cakep = Elok/bagus/cantik/’hensem’/handsome

Ceper = Piring; pendek

Devisa [Saya juga tidak tahu padanannya apa dalam bahasa Melayu dan Inggris. Ada sesiapa yang tahu?]

Doang = Saja

Embel-embel = Tambahan

Gebetan = Orang kesukaan

Gizi (Arab) = Zat

Gurita = Sotong kurita

Ikan teri = Ikan bilis

Incar = Sasar (Lebih sering disebut target. Bidik cuma digunakan dalam tulisan dan situasi formal)

Jamak = Lazim/lumrah/biasa

Jatah = Peruntukan; kuota

Kabur = Lari

Kecamatan = Mukim

Kelurahan

Keran = Kepala paip / pili; dapur

Kerudung = Tudung

Kinerja = Pencapaian; prestasi; kemampuan

Koar = Jerit/pekik/laung/teriak

Lahan = Tanah kosong

Lema = Entri

Lumpia (Hokkien) = Popia

Magang = Pelatih industri (intern; houseman)

Nalar (Arab) = Pertimbangan; intelek

Macet = Sendat; terhenti; tak lancar (jam)

Mesum = Kotor; tidak senonoh

Mikrolet = Teksi van / bas mini

Mulu = Melulu

Ngakak = Ketawa terbahak-bahak

Ojek = Teksi motor

Oknum (Arab) = Individu

Pamit = Minta diri

Pantas = Layak; sesuai; padanlah

Penasaran = Mengidam/teringin/kepingin

Pulsa (Inggris) = Kredit prabayar (Lebih sering disebut top-up / prepaid top-up)

Razia = Serbuan

Sabuk = Tali pinggang

Sirik = Dengki

Toples = Balang


KATA-KATA PROKEM/GAUL

Alay = Budak kampung / budak flat / ‘budak-budak baru nak up’ / BBNU

Anjay, anjir, dan saudaranya

Ase = Pendingin hawa / ‘air-con’ (Kalau ditulis A/C, mungkin masih bisa dipahami)

Bencong = Khunsa; pondan / mak nyah / bapok / sotong

Betewe (Tidak dipahami karena CMIIW, LOL, dsbg. tidak disebut hurufnya. Kalau ditulis BTW, bisa dipahami)

Bispak = ‘Cikaro’

Bokap = Bapa / ayah

Bokep = Video lucah / ‘filem blue’ / ‘cerita blue’

Boker = Berak / buang air besar

Brondong = Budak lelaki; lelaki muda

Buset = Wak lu

Cabe-cabean = Bohsia/’cikaro’

Caper = ‘Capap’ / ‘capub’ (cari publisiti) / ‘cagla’ (cari glamour) [Di Negeri Sabah, disebut minta puji]

Cupu = Mentah; ‘poyo’

Gaje = Lembab / ‘lemau’ / ‘lampi’ (lambat pick-up) / ‘blur’; merepek; cakap tak jelas

Gapapa = Tak apa

Gemas = Geram

Imut = Comel

Ja’im = Jaga imej

Jablay = Kurang kasih sayang; jalang

Kamseupay = Kampungan; jakun/sakai

Keren = ‘Gempak’ (Di Negeri Pulau Pinang, disebut sempoi)

Konyol = Kurang ajar / kurang asam / ‘kureng’; gila / sakit jiwa / miring / biul / sewel / ‘tak sihat’ / ‘tak betul’ / ‘syot’ / ‘masuk air’

Kos-kosan = Bilik sewa

Kumpul kebo = Khalwat/berkhalwat

Lebay = ‘Lebih-lebih’ / ‘over’

Mabar = Main lagi / main satu raun

Mager = Malas nak gerak

Maknyus = Sedap gila / ‘laziz’ / ‘lazat berkrim’

Mantul = Mantap gila / ‘terbaik’ / ‘gempak’ / ‘masyuk’; tera/’terror’/’power’

Nano-nano = Macam-macam perasaan

Nyokap = Mak

Pas = Tepat/ngam; sesuai

Pas-pasan = Elok-elok/cukup-cukup

Pede/PD = Yakin/’confident’

Prokem = Slanga/slang

Selow = Rileks

Sip = Selamat; elok/baik/mantap/’cun’/’masyuk’/’memang cara’

Sotoy = Berlagak pandai / ‘bajet’ pandai

Tajir = Kaya

Terciduk = ‘Kantoi’

Tete’em/TTM = Teman tapi mesra (Konsep ini sepertinya tiada di Malaysia)

Tos = Sep

Unyu = Comel

Wece = Tandas / bilik air / jamban (Kalau ditulis WC, mungkin masih bisa dipahami)

Woles = Rileks