ga('set', 'userId', 'USER_ID'); // Set the user ID using signed-in user_id.

Agnes Chow Ting, mahasiswi hongkong dan perjuangannya

Kamu pasti sering melihat update berita terbaru tentang demonstrasi massal di Hong Kong yang sangat menakjubkan serta lama sekali. Demo tersebut sangat lama dan bahkan mencapai rekor dunia dengan tercatat lebih dari 2 juta orang turun kejalan menyuarakan semangat untuk demokrasi di hongkong. Kamu mungkin penasaran, siapakah yang menggerakkan massa sebanyak itu? Salah satu figurnya perjuangan tersebut adalah seorang gadis generasi Z yang bernama Agnes Chow. Ya dia generasi Z lebih muda dari generasi milenial.

Agnes Chow Ting, merupakan fenomena tersendiri yang menarik. Ia merupakan aktivis wanita dari generasi Z Hong Kong yang peduli dalam memperjuangkan sistem politik demokrasi di hongkong. Ia dikenal sebagai seorang tokoh muda terkemuka dalam gerakan pro-demokrasi Hong Kong yang tidak diizinkan meninggalkan wilayah itu karena kondisi ancaman dari pemerintah komunis cina yang semakin keras menekan. Baru ini muncul di ruang kelas universitas Jepang melalui Skype dan mengabarkan via Live streaming YouTube kepada publik dunia tentang suka duka mereka memelopori pergerakan demonstrasi terlama dan terpanjang didunia ini.

Chow pertama kali menyoroti gerakan anti-moral dan tekanan pendidikan nasional dari pemerintah komunis cina sebagai juru bicara kelompok aktivis mahasiswa Scholarism di tahun 2012. Pada saat itu, dia sedang belajar di Holy Family Canossian College dan memprotes pelaksanaan skema moral dan pendidikan nasional yang mereka anggap sebagai “cuci otak” hasil pengaruh dari pemerintah komunis cina. Gerakan berhasil menarik ribuan demonstran berkumpul di depan kompleks pemerintah pusat yang menyebabkan kemunduran pemerintah pada bulan September 2012.

Pada awalnya seperti banyak aktivis sosial di Hong Kong, Chow terinspirasi oleh agama kepercayaannya yaitu Katolik yang mulai dibatasi peribadahannya oleh pemerintah komunis cina. Menurut Chow, partisipasinya dalam gerakan sosial dipengaruhi oleh agama dan komunitas gerejanya.

Chow sebelumnya diketahui memegang kewarganegaraan Britania. Sama halnya seperti semua orang hongkonger yang terlahir sebelum tahun 1997. Menurut undang undang peralihan kekuasaan Inggris, warga hongkongers yang lahir sebelum tahun tersebut masih diakui merupakan rakyat dari kerajaan Britania.

Agnes Chow terampil dalam berkomunikasi terutama dengan media asing yang menganggapnya sebagai wanita muda yang cerdas. Dia bisa berbicara bahasa Inggris, Kanton hongkong layaknya orang asli Hong Kong dan Jepang. Bahasa Jepang ia pelajari dari kursus semasa sekolah dan juga dipelajari karena mminat dan hobinya dirinya sendiri melalui budaya pop Jepang. Agnes Chow juga  beranggapan bahwa negeri Jepang seharusnya bisa menjadi penyeimbang dari invasi pengaruh komunis Cina yang sangat anti nilai nilai universal kemanusiaan modern.

Bagaimana dengan kamu sendiri? Sudah berapa banyak bahasa yang kamu kuasai?


Sumber: scmp youtube aljazeera nhk

Artikel ini terakhir diupdate padaJanuari 17, 2020 @ 9:38 pm

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: