ga('set', 'userId', 'USER_ID'); // Set the user ID using signed-in user_id.

5 Orang Bukan PRIBUMI TERKAYA INDONESIA, Bikin Kaum Pribumi Miskin GIGIT JARI

Mereka yang menikmati kekayaan Indonesia Merampas  Indonesia sehingga Pribumi yang kakeknya yang mempunyai jasa merebut kemerdekaan dari tanah asing hidup Penuh dengan kemiskinan, tanpa menikmati hasil kemerdekaan seperti para 5 Boss Indonesia yang merdeka setelah orde baru ini. berikut Orang bukan Pribumi yang kaya raya di Indonesia :

1. KELUARGA HARTONO, DJARUM

Sejak sepuluh tahun terakhir, Hartono bersaudara sudah merajai daftar manusia terkaya di Indonesia. Robert Budi dan Michael Hartono yang mencetak duit lewat PT. Djarum dan Bank Central Asia ini ditaksir memiliki harta senilai US$ 35 miliar.

2. SUSILO WONOWIDJOYO,GUDANG GARAM

Jauh di bawah kedua bersaudara adalah Susilo Wonowidjojo alias Tjoa Ing Hwie yang mencatat kekayaan hingga US$ 9 miliar. Selama karir bisnisnya, Wonowidjojo sempat menyerahkan Gudang Garam pada putranya, Rachman Halim pada 1984. Namun Rachman meninggal dunia pada 2008 silam.

3. EKA TJIPTA WIDJAYA, SINARMAS

Eka Tjipta Widjaja banyak menuai kontroversi lewat perusahaannya Sinarmas yang banyak bergerak di sektor kehutanan, antara lain lewat perusahaan kertas dan sawit. Saat ini taipan berusia senja kelahiran Quanzhou, Cina, itu ditaksir memiliki kekayaan senilai US$ 8,6 miliar.

4. SRI PRAKASH LOHIA. INDORAMA

Dilahirkan di Kalkuta, India, dan bermukim di London, Inggris, Sri Prakash Lohia diyakini tetap berkerwarganegaraan Indonesia. Perusahaannya sendiri, Indorama, saat ini berbasis di Singapura. Sri Prakash yang merupakan ipar dari taipan logam Inggris, Lakshmi Mittal, memiliki kekayaan US$ 7,5 miliar.

5. ANTHONY SALIM

Lama bertengger di urutan teratas dalam daftar manusia terkaya, Anthoni Salim (tengah) kini turun ke peringkat lima karena kekayaannya anjlok sebanyak US$ 1,6 miliar menjadi US$ 5,3 miliar. Pemilik grup Indofood ini pernah mengalami kekalahan pahit saat harus menjual saham mayoritasnya di BCA kepada keluarga Hartono pada saat krisis moneter, 1998 silam. (rzn/hp: forbes, kompas, ft, bloomberg)

SOURCE: DW


 

Artikel ini terakhir diupdate padaDesember 19, 2018 @ 10:55 am

error: Alert: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: