Peran Guru dalam meningkatkan hasil belajar

Guru merupakan tombak dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Terutama dalam memberikan motivasi kepada siwa sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan demi mencerdaskan kehidupan bangsa.  Peranan guru menjadi motivasi mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar peserta didiknya untuk memperoleh Peranan guru menjadi motifasi mendorong seseorang hasil belajar yang optimaldemi tercapaiayasuatu tujuan tertentu.

Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 39 ayat 1 dan 2 tentang sistem pendidikan Nasional yaitu:

  1. Tenaga pendidikan, bertugas melaksanakan administrasi, pengelola, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada suatu pendidikan.

  2. Pendidikan merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian da pengabdian kepada masyarakat.

Prinsip – prinsip dalam pedoman pembelajaran antara lain:
1. Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi hubungan saling mempengaruhi secara dinamis antara siswa   dengan lingkungan.
2. Belajar senantiasa harus bertujuan, terarah dan jelas bagi siswa. Tujuan akan menuntutnya dalam belajar untuk mencapai harapan-harapannya.
3. Belajar paling efektif apabila didasari oleh dorongan motivasi yang murni dan sumber dari diri sendiri

Belajar diarahkan untuk tercapainya pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai proses perubahan manusia itu. Berkembang lebih jauh dari mahluk yang lainnya sehingga boleh jadi karena kemampuan berkembang melalui belajar itulah manusia secara bebas mengeksplorasi, memilih dan menetapkan keputusan-keputusan penting untuk kehidupannya.Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar.

Sebenarnya, kegiatan belajar dapat berlangsung di mana-mana, misalnya di lingkungan keluarga, di sekolah dan di masyarakat, baik disadari maupun tidak, disengaja atau tidak. Belajar secara essensial merupakan proses yang bermakna, bukan sesuatu yang berlangsung secara mekanis dan tidak sekedar rutinitas. Belajar harus baik dan menyenangkan sehingga kesannya menjadi penuh bermakna. Pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai
motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.

Peran Guru dalam memotivasi Siswa dalam proses pembelajaran Pada diri setiap manusia telah tersedia potensi energi atau sebuah kekuatan yang dapat menggerakkan dan mengarahkan tingkah lakunya pada tujuan. Di dalamnya tercakup pula potensi energi/kekuatan untuk berprestasi (motif berprestasi) yang kekuatannya berbeda pada setiap manusia.

Dengan demikian hal ini dapat memberikan pandangan sekaligus harapan bagi para pendidik/guru bahwa:
1. Setiap diri anak didik/siswa telah dibekali kekuatan untuk berprestasi (motivasi berprestasi).
2. Kekuatan berprestasi setiap siswa berbeda-beda.
3. Kekuatan berprestasi setiap siswa dapat ditingkatkan.
4. Setiap siswa dapat menunjukkan tingkah laku belajar atau usaha-usaha untuk mencapai tujuan belajar         (memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan pengembangan belajar).
5. guru perlu lebih menghayati perannya sebagai pendidik sehingga muncul rasa tanggung jawab dan     kepercayaan diri dalam memproses anak didik.
6. Guru membutuhkan upaya-upaya yang dapat memicu bergeraknya motivasi berprestasi setiap siswa.

kemauan menopang kehendak untuk menyelami suatu tugas sedemikian sehingga tujuan dapat dicapai. Di dalam belajar, kendali secara berangsur-angsur bergeser dari para guru ke siswa. Siswa mempunyai banyak kebebasan untuk memutuskan pelajaran apa dan tujuan apa yang hendak dicapai dan bermanfaat baginya. Belajar, ironisnya justru sangat kolaboratif. Siswa bekerja sama dengan para guru dan siswa lainnya di dalam kelas. Belajar mengembangkan pengetahuan yang lebih spesifik seperti halnya kemampuan
mentransfer pengetahuan konseptual ke situasi baru. Upaya untuk menghilangkan pemisah antara pengetahuan di sekolah dengan permasalahan hidup sehari-hari di dunia nyata.

Setiap siswa memiliki kebutuhan terkait dengan tingkah laku belajarnya sehingga tujuan belajar pun akan dicapai siswa dalam rangka memenuhi kebutuhannya tersebut. Dengan kata lain bahwa harapan siswa akan pemenuhan kebutuhannya yang dapat diperoleh dari pencapaian tujuan tingkah laku belajarnya dapat mendorong dirinya
untuk menunjukkan tingkah laku belajar atau melakukan usaha-usaha pencapaian tujuan belajar tersebut.

Dengan demikian, penting kiranya bagi para guru untuk menelusuri hal ini dan kemudian memberikan umpan balik kepada siswa mengenai jenis motivasi yang menggerakkan dan mengarahkan tingkah laku belajarnya agar siswa dapat menyadarinya, kemudian melakukan reorientasi atas tingkah laku belajarnya dengan harapan siswa dapat memilih dan menetapkan tujuan belajar yang pokok dan benar bagi dirinya. Harapan lain adalah siswa dapat menetapkan di dalam dirinya bahwa motif  h52 LKJ ekstrinsik menjadi tujuan penunjang dalam tingkah laku belajarnya.


Sumber:

Abidin, Motivasi belajar dan peranan orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar
siswa,meetabied.wordpress.com/…/motivasi-belajar-dan-peranan-orang-tuadalam-meningkatkan-motivasi-belajar-siswa/,
diakses tanggal 11 Mei 2010.