Mengapa orang Indonesia harus belajar bahasa Jerman?

Hubungan Jerman dan Indonesia merupakan hubungan antar negara terlama yang dimiliki Jerman dengan negara lain diluar Eropa, yaitu sejak abad ke 17. Pelukis Indonesia Raden Saleh (1807-1880) menghabiskan beberapa waktu di Jerman dan karyanya mempengaruhi adegan seni lokal. Di sisi lain, jumlah orang Jerman Para ilmuwan dan seniman tertarik pada Indonesia, pelukis Jerman Walter Spies (1895-1942) menetap di pulau Bali dan karyanya mempopulerkan Bali menjadi tempat pariwisata internasional. Presiden BJ Habibie belajar dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di Jerman.

Mengapa Belajar Bahasa Jerman di kelas Reguler?

Program bahasa Jerman kelas reguler ini terdiri dari dua tingkatan (level) yang masing-masing ditempuh selama 18 kali (2 jam) pertemuan dua atau tiga kali per minggu (tergantung kuota peserta).

Dengan kuota peserta minimal 6 orang, program pelatihan bahasa Jerman ini ditujukan untuk membekali siapapun dari dasar. Fokus dari program ini untuk mempelajari dasar dan melatih keterampilan pelafalan dan berbicara dalam bahasa Jerman dengan cara yang tepat, mengenali huruf Romawi ala Jerman dan cara menulis serta menggunakannya dengan benar.

Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp,150.000,-

Rincian biaya untuk kursus program Bahasa Jepang sebagai berikut.

    1. Level 1 : Rp1.200.000,- (Anfänger / Pengenalan) –> Budaya Jerman populer, kosa kata berbahasa, Percakapan sehari-hari, Tata Bahasa praktis Sehari-hari.
    2. Level 2 : Rp1.200.000,- (mittelschwer / Menengah) –> Membaca & Menulis huruf romawi Jerman + pengayaan tata bahasa dan pengelompokan jenis kata benda dan kata sifat, percakapan dan analisis paragraf.

*) biaya kursus sudah termasuk materi pelajaran, dan sertifikat (kehadiran min 15x, dan menyelesaikan ujian akhir)

Syarat:

+ Pelajar aktif maupun mahasiswa usia minimal 12 sampai 45 tahun

+ Kelas bisa dimulai setelah kuota peserta minimal terpenuhi atau biaya kursus tertanggung dibayarkan

View My Full Portfolio

Vivamus ipsum velit, ullamcorper quis nibh non, molestie tempus sapien. Mauris ultrices, felis ut eleifend auctor, leo felis vehicula quam, ut accumsan augue nunc at nisl. Cras venenatis ac lorema ac tincidunt.

Enter