kopi jadi senjata ampuh bagi Anda yang ingin lebih bersemangat di pagi hari. Namun apa yang terjadi ketika tubuh justru merasa lelah setelah minum kopi? Jawabannya adalah kandungan kafein. Kafein dikenal bisa menambah energi. Tapi dalam beberapa kasus, kafein justru bisa bereaksi sebaliknya. Berikut adalah beberapa penyebabnya menurut ahli gizi Naomi Whittel seperti dilansir laman Byrdie.

Kopi bersifat diuretik
Artinya, kopi mendorong produksi urine yang berpotensi menyebabkan dehidrasi pada sebagian orang. Dehidrasi bisa memicu detak jantung yang lebih cepat dan tekanan darah tinggi, yang akhirnya bisa menimbulkan rasa lelah akibat tubuh bekerja lebih keras. Pastikan Anda mengonsumsi lebih banyak air putih dan waspada terhadap dehidrasi jika Anda lebih sering buang air kecil setelah minum kopi.

Gula atau pemanis buatan
Pemanis buatan rentan meningkatkan tekanan dalam darah. Pemanis yang dimaksud tak hanya gula, namun sirup, cokelat, whip cream dan pemanis lainnya.

Kelelahan kelenjar adrenal
Karena sifatnya yang adiktif, Anda terpacu untuk minum lebih banyak kopi (meningkat dibanding dosis yang biasa diminum). Kondisi ini akan menyebabkan kelenjar adrenal kelelahan. Kafein mengirim sinyal dari hypothalamus (bagian otak pusat kontrol sistem saraf otonom), dilanjutkan ke adrenal untuk melepaskan hormon kortisol (hormon stres).

Konsumsi kopi berlebihan
Kafein dalam kopi akan menangkal adenosin, neutransmiter (saraf pembawa pesan dari otak ke tubuh lainnya) yang membuat tubuh merasa lelah. Namun setelah kadar kafein dalam tubuh habis, adenosin akan kembali memengaruhi tubuh. Masalah timbul ketika Anda terbiasa minum kopi dalam jumlah yang banyak. Pasalnya, respon tubuh membaca Anda butuh lebih banyak adenosin yang secara tak langsung mendorong Anda mengonsumsi lebih banyak kafein lagi agar tubuh tak cepat lelah. Selain itu, konsumsi kopi yang berlebihan juga rentan memicu insomnia, detak jantung cepat dan tak beraturan, rasa cemas hingga gangguan pada perut.

source: Tempo