Banyak sekali anak-anak Indonesia yang dimasukan Orang tuanya untuk Les di Tempat satu ini. Kami sendiri di Fortuner.id sudah melihat sendiri betapa rusaknya logika berpikir anak didik kursus yang menghandalkan program les matematika kumon ini. Tapi tahukah kamu bahwa sampai sekarang belum ada tempat les kumon di Jepang?. Kumon merupakan perusahaan Franchise yang tidak laku di Jepang dan menjadi Booming di Indonesia ataupun negara-negara berkembang lain karena mengaku-ngaku sudah sukses di Jepang!. Apa benar?

Dalam Situsnya sendiri kumon hanya mendongengkan asal mula yang berisi sejarah Seorang Bapak Toru Kumon, seorang guru matematika SMA, mulai memberikan pendidikan berdasarkan konsep belajar mandiri untuk anaknya, Takeshi, siswa kelas dua di sekolah dasar. Dia menulis soal hitungan di atas selembar kertas untuk anaknya. Ini adalah asal dari Metode Kumon. Siswa diberi soal dan dipaksa mengerjakan sendiri tanpa bimbingan alternatif cara penyelesaian. Selain Itu biaya Kumon Yang besar dan tidak masuk akal membebani Orang tua yang ingin anaknya cepat pintar yang menurut kita di Fortuner.id Tidak sesuai dengan metode belajar untuk kids jaman now.

Selain Itu Kumon sendiri adalah Perusahaan Franchise, sama seperti fast food, les KUMON yang bertujuan bisnis semata saja hingga memilik cabang dibeberapa negara berkembang. Di Jepang snediri kursus kumon memang Tidak Laku Sama sekali. Hal ini karena banyak orang tua dari negara berkembang yang berpikiran bahwa bila anaknya Les di tempat les yang katanya berasal dari Jepang Ini akan Pintar Matematika dan Bahasa Inggris dengan cepat dan baik. Kursus menggunakan Sempoa sendiri di Jepang justru lebih populer untuk anak usia sekolah SD bahkan TK.

Orang Jepang Kebanyakan berlatih berhitung menggunakan kalkulator semenjak SMP. Sama seperti Indonesia, di Jepang pun sistem pendidikan itu wajib 9 tahun dan menghitung Mengunakan Kalkulator sangat dianjurkan karena tepat guna di dunia kerja, lebih cepat, praktis lebih akurat. Kompetisi matematika sendiri disana justru lebih condong kearah penyelesaian akunting dengan penggunaan Kalkulator.

Yang lebih lucu dan absurdnya lagi, kursus KUMON ini pun sudah mulai ngawur dan membuka program Berbahasa Inggris. Di Jepang sendiri bahasa inggris merupakan pelajaran yang kurang disukai karena sentimen negatif masyarakatnya. Tawaran kursus Kumon memang sangatlah Tidak Wajar dikarenakan Bahwa Orang Jepang itu sendiri Kebanyakan sangat jelek dan canggung dalam mengeja, pelafalan dan Mengunakan kosa kata berbahasa Inggris dan Termasuk negara yang kemampuan berbahasa Inggris yang KURANG.  Metode Kumon Yang Katanya Dari Jepang Tersebut sangat tidak relevan untuk mengajarkan bahasa Inggris. Di Jepang sendiri justru pendidik asal Filipina lebih diminati dalam pengajaran bahasa Inggris dikarenakan kedekatan budaya maupun kualitas pengajar FIlipina tersebut.

Apakah anda masih mau dibodohi oleh kursus Kumon yang ngakunya dari Jepang? Coba tanyakan kepada anak anda sendiri!

Jadi Masih maukah Orang tua Terjebak dalam Sistem Les tersebut yang TIDAK relevan sama sekali dengan kondisi Anak Indonesia?


source: Fortuner.id